Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Pidato Hasyim Muzadi (Tentang Tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia)

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.


Hasyim Muzadi
Hasyim Muzadi
KH. Hasyim Muzadi, Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) & Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) & Mantan Ketum PBNU  memberikan Pidato menyikapi tentang tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva.

Berikut selengkapnya isi pidato Hasyim Muzadi:

"Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti krn laporan dr dlm negeri Indonesia. Slm berkeliling dunia, saya blm menemukan negara muslim mana pun yg setoleran Indonesia.
Klau yg dipakai ukuran adl masalah AHMADIYAH, memang krn Ahmadiyah menyimpang dr pokok ajaran Islam, namun sll menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tdk dipersoalkan oleh umat Islam.
Kalau yg jadi ukuran adl GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tdk ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia utk kepentingan lain drpd masalahnya selesai.
Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adl lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tp di Kupang (Batuplat) pendirian masjid jg sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu mlkkan mediasi.
Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana yg ingin tata nilainya dirusak, kecuali mrk yg ingn menjual bangsanya sendiri utk kebanggaan Intelektualisme Kosong ?
Kalau ukurannya HAM, lalu di iPapua knp TNI / Polri / Imam Masjid berguguran tdk ada yg bicara HAM ?Indonesia lbh baik toleransinya dr Swiss yg sampai skrg tdk memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dr Perancis yg masih mempersoalkan Jilbab, lbh baik dr Denmark, Swedia dan Norwegia, yg tdk menghormati agama, krn disana ada UU Perkawiman Sejenis. Agama mana yg memperkenankan perkawinan sejenis ?!
Akhir'a kmbl kpd bngsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yg hrs sadar dan tegas, membedakan mana HAM yg benar (humanisme) dan mana yg sekedar Weternisme".


Demikian Pidato Hasyim Muzadi (Tentang Tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia).

More aboutPidato Hasyim Muzadi (Tentang Tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia)

Amalan Bulan Rajab

Diposting oleh Imam Murtaqi

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Muharram yang artinya dimulyakan (Ada 4 bulan: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Puasa dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulya lainnya, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram(mulya)." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah Riwayatnya al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi saw, 'Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban.' Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Menurut al-Syaukani (Naylul Authar, dalam bahasan puasa sunat) ungkapan Nabi "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Adapun hadis yang Anda sebut itu, kami juga tak menemukannya. Ada beberapa hadis lain yang menerangkan keutamaan bulan Rajab. Seperti berikut ini:
"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu sorga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."

Riwayat al-Thabrani dari Sa'id bin Rasyid: Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab maka laksana ia puasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu sorga, bila puasa 10 hari Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."

"Sesugguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".

Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi saw berkata: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."Hadis-hadis tersebut dha'if (kurang kuat) sebagaimana ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi.

Ibnu Hajar, dalam kitabnya "Tabyinun Ujb", menegaskan bahwa tidak ada hadis (baik sahih, hasan, maupun dha'if) yang menerangkan keutamaan puasa di bulan Rajab. Bahkan beliau meriwayatkan tindakan Sahabat Umar yang melarang menghususkan bulan Rajab dengan puasa.

Ditulis oleh al-Syaukani, dlm Nailul Authar, bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur al-Sam'ani yang mengatakan bahwa tak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.

Namun demikian, sesuai pendapat al-Syaukani, bila semua hadis yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat dijadikan landasan, maka hadis-hadis yang umum (spt yang disebut pertamakali di atas) itu cukup menjadi hujah atau landasan. Di samping itu, karena juga tak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.


atau disebutkan di dala beberapa referensi lain dan buku-buku sebagai berikut




Tidak terdapat amalan khusus terkait bulan Rajab. Baik bentuknya shalat, puasa, zakat, maupun umrah. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa hadis yang menyebutkan amalan bulan Rajab adalah hadis bathil dan tertolak.

Ibnu Hajar mengatakan,

لم يرد في فضل ؓهر Ų±Ų¬ŲØ ، ŁˆŁ„Ų§ في ŲµŁŠŲ§Ł…Ł‡ ، ŁˆŁ„Ų§ في ŲµŁŠŲ§Ł… ؓيؔ منه Ł…Ų¹ŁŠŁ† ، ŁˆŁ„Ų§ في Ł‚ŁŠŲ§Ł… Ł„ŁŠŁ„Ų© Ł…Ų®ŲµŁˆŲµŲ© ŁŁŠŁ‡ حديث صحيح ŁŠŲµŁ„Ų­ للحجة ، ŁˆŁ‚ŲÆ Ų³ŲØŁ‚Ł†ŁŠ ؄لى الجزم ŲØŲ°Ł„Łƒ ال؄مام أبو Ų„Ų³Ł…Ų§Ų¹ŁŠŁ„ Ų§Ł„Ł‡Ų±ŁˆŁŠ الحافظ

“Tidak terdapat riwayat yang shahih, bisa untuk dijadikan dalil tentang keutamaan bulan Rajab, baik bentuknya puasa sebulan penuh atau puasa di tanggal tertentu bulan Rajab atau shalat tahajjud di malam tertentu. Keterangan saya ini telah didahului oleh ketengan Imam Al-Hafidz Abu Ismail Al Harawi.” (Tabyinul Ujub bimaa Warada fii Fadli Rajab, Hal. 6)

Imam Ibn Rajab mengatakan,

أما الصلاة فلم يصح في ؓهر Ų±Ų¬ŲØ صلاة Ł…Ų®ŲµŁˆŲµŲ© ŲŖŲ®ŲŖŲµ به و Ų§Ł„Ų£Ų­Ų§ŲÆŁŠŲ« Ų§Ł„Ł…Ų±ŁˆŁŠŲ© في فضل صلاة الرغائب في Ų£ŁˆŁ„ Ł„ŁŠŁ„Ų© جمعة من ؓهر Ų±Ų¬ŲØ كذب و ŲØŲ§Ų·Ł„ لا ŲŖŲµŲ­ و هذه الصلاة ŲØŲÆŲ¹Ų© عند Ų¬Ł…Ł‡ŁˆŲ± العلماؔ

“Tidak terdapat dalil yang shahih, yang menyebutkan adanya anjuran shalat tertentu di bulan Rajab. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan shalat raghaib di malam Jumat pertama bulan Rajab adalah hadis dusta, bathil, dan tidak shahih. Shalat Raghaib adalah bid’ah menurut mayoritas ulama.” (Lathaiful Ma’arif, Hal. 213)

Terkait masalah puasa di bulan Rajab, Imam Ibnu Rajab juga menegaskan, tidak ada satu pun hadis shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan puasa bulan Rajab secara khusus. Hanya terdapat riwayat dari Abu Qilabah, bahwa beliau mengatakan,

في الجنة قصر Ł„ŲµŁˆŲ§Ł… Ų±Ų¬ŲØ

“Di surga terdapat istana untuk orang yang rajin berpuasa di bulan Rajab.”

Namun riwayat bukan hadis. Imam Al Baihaqi mengomentari keterangan Abu Qilabah:

أبو قلابة من كبار Ų§Ł„ŲŖŲ§ŲØŲ¹ŁŠŁ† لا ŁŠŁ‚ŁˆŁ„ مثله ؄لا عن بلاغ

“Abu Qilabah termasuk tabi’in senior, beliau tidak menyampaikan riwayat itu kecuali karena kabar tanpa sanad.” (Lathaiful Ma’arif, Hal. 213)

Amalan Bulan Rajab Sebagai berikut
Pertama, Puasa sunah bulan haram
Akan tetapi, jika seseorang melaksanakan puasa di bulan Rajab dengan niat puasa sunah di bulan-bulan haram, maka ini dibolehkan bahkan dianjurkan. Mengingat sebuah hadis yanng diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, Al Baihaqi dan yang lainnya, bahwa suatu ketika datang seseorang dari suku Al Bahili menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia meminta diajari berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihatkan, “Puasalah sehari tiap bulan.” Orang ini mengatakan: Saya masih kuat, tambahkanlah!. “Dua hari setiap bulan”. Orang ini mengatakan: Saya masih kuat, tambahkanlah!. “Tiga hari setiap bulan.” orang ini tetap meminta untuk ditambahi. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فمن الحرم و أفطر

“Puasalah di bulan haram dan berbukalah (setelah selesai bulan haram).” (Hadis ini dishahihkan sebagaian ulama dan didhaifkan ulama lainnya). Namun diriwayatkan bahwa beberapa ulama salaf berpuasa di semua bulan haram. Dinataranya: Ibn Umar, Hasan Al Bashri, dan Abu Ishaq As Subai’i.

Kedua, Mengkhususkan Umrah di bulan Rajab
Diriwayatkan bahwa Ibn Umar pernah mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan umrah di bulan Rajab. Kemudian ucapan beliau ini diingkari Aisyah.

يغفر الله Ł„Ų£ŲØŁŠ Ų¹ŲØŲÆ الرحمن، Ł„Ų¹Ł…Ų±ŁŠ، Ł…Ų§ Ų§Ų¹ŲŖŁ…Ų± في Ų±Ų¬ŲØ

“Semoga Allah mengampuni Abu Abdirrahmah (Ibnu Umar). Sepanjang usiaku, beliau belum pernah Umrah di bulan Rajab.”
Ibnu Umar mendengar hal ini dan beliau diam saja. (HR. Muslim, 1255)

Umar bin Khatab dan beberapa sahabat lainnya menganjurkan umrah bulan Rajab. Aisyah dan Ibnu Umar juga melaksanakan umrah bulan Rajab.

Ibnu Sirin menyatakan, bahwa para sahabat melakukan hal itu. Karena rangkaian haji dan umrah yang paling bagus adalah melaksanakan haji dalam satu perjalanan sendiri dan melaksanakan umrah dalam satu perjalanan yang lain, selain di bulan haji. (Al Bida’ Al Hauliyah, Hal. 119).

Dari penjelasan Ibnu Rajab menunjukkan bahwa melakukan umrah di bulan Rajab hukumnya dianjurkan. Beliau berdalil dengan anjuran Umar bin Khatab untuk melakukan umrah di bulan Rajab. Dan dipraktikkan oleh Aisyah dan Ibnu Umar.

Diriwayatkan Al Baihaqi, dari Sa’id bin Al Musayib, bahwa Aisyah radliallahu ‘anha melakukan umrah di akhir bulan Dzulhijjah, berangkat dari Juhfah, beliau berumrah bulan Rajab berangkat dari Madinah, dan beliau memulai Madinah, namun beliau mulai mengikrarkan ihramnya dari Dzul Hulaifah. (HR. Al Baihaqi dengan sanad hasan)

Namun ada sebagian ulama yang menganggap umrah di bulan Rajab tidak dianjurkan. Karena tidak ada dalil khusus terkait umrah bulan Rajab. Ibnu Atthar mengatakan, “Di antara berita yang sampai kepadaku dari penduduk Mekah, banyaknya kunjungan di bulan Rajab. Kejadian ini termasuk masalah yang belum kami ketahui dalilnya. Bahkan terdapat hadis yang shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Umrah di bulan Ramadhan nilainya seperti haji’.” (HR. Al Bukhari)

Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh mengatakan, bahwa para ulama mengingkari sikap mengkhususkan bulan Rajab untuk memperbanyak melaksanakan umrah. (Majmu’ Fatawa Syaikh Muhammad bin Ibrahim, 6:131)

Kesimpulan:
Pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini, mengkhususkan umrah di bulan Rajab adalah perbuatan yang tidak ada landasannya dalam syariat. Karena tidak ada satu pun dalil yang menunjukkan anjuran mengkhususkan bulan Rajab untuk pelaksanaan umrah. Disamping itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak pernah melakukan umrah di bulan Rajab, sebagaimana disebutkan dalam hadis sebelumnya.

Andaikan ada keutamaan mengkhususkan umrah di bulan Rajab, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memberi tahukan kepada umatnya. Sebagaimana beliau memberi tahu umatnya akan keutamaan umrah di bulan Ramadlan. Sedangkan riwayat dari Umar bahwa beliau menganjurkan umrah di bulan Rajab, yang benar sanadnya dipermasalahkan.

Ketiga, Menyembelih hewan (Atirah)
Atirah adalah hewan yang disembelih di bulan Rajab untuk tujuan beribadah.

Ulama berselisih pendapat tentang hukum Atirah.

Pendapat pertama, athirah dianjurkan. Dalilnya adalah hadis dari Abdullah bin Amr bin Ash, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang Athirah, kemudian beliau menjawab:

Ų§Ł„ْŲ¹َŲŖِيرَŲ©ُ Ų­َŁ‚ٌّ

“Athirah itu hak.” (HR. Ahmad, An Nasa’i dan As Suyuthi dalam Jami’us Shaghir)

Pendapat kedua, Atirah tidak disyariatkan, namun tidak makruh. Dalilnya, hadis dari Abu Razin, Laqirh bin Amir Al Uqaili, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kami menyembelih hewan di bulan Rajab di zaman Jahilliyah. Kami memakannya dan memberi makan tamu yang datang.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak masalah.” (HR. An Nasa’i, Ad Darimi, dan Ibn Hibban)

Pendapat ketiga, Atirah hukumnya makruh. Berdasarkan hadis, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ فَŲ±َŲ¹َ وَلاَ Ų¹َŲŖِيرَŲ©َ

“Tidak ada Fara’a dan tidak ada Atirah.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Fara’a adalah anak pertama binatang, yang disembelih untuk berhala.

Pendapat keempat, Atirah hukumnya haram. Ini adalah pendapat yang dipilih Ibnul Qoyim dan Ibnul Mundzir. Ibnul Qoyim mengatakan, “Dulu masyarakat Arab melakukan Atirah di masa jahiliyah, kemudian mereka tetap melakukannya, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendukungnya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya, melalui sabdanya, “Tidak ada fara’a dan tidak ada Atirah.” akhirnya para sahabat meninggalkannya, karena adanya larangan beliau. Dan telah dipahami bersama, bahwa larangan itu hanya akan muncul, jika sebelumnya ada yang melakukannya. Sementara tidak kita jumpai adanya satupun ulama yang mengatakan, Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang Atirah kemudian beliau membolehkannya kembali…” (Tahdzib Sunan Abu Daud, 4:92 – 93). Insya Allah, pendapat inilah yang lebih mendekati kebenaran.
More aboutAmalan Bulan Rajab

Cara Memakai Jilbab Segi empat

Diposting oleh Imam Murtaqi

Cara Memakai Jilbab Segi Empat - Jilbab ini sering disebut juga Jilbab Paris, Jilbab ini bisa di bilang sedang banyak di gemari masyarakat luas dan sedang Trend juga lho ! Karena Tidak Mudah Kusut dan Bahannya yang Adem dan Jilbab ini terlihat rapih jika digunakan




Dengan berbagai jenis hiasan di pinggirnya, membuat jilbab tampil lebih cantik dan menawan. Kini berbagai jenis jilbab paris yang cantik dan menawan dapat Anda beli online dengan harga yang sangat terjangkau Koleksi Kerudung Cantik paris meliputi jilbab paris polos, jilbab paris sulam, kerudung paris lukis, kerudung paris permata, maupun motif-motif kerudung paris terbaru lainnya.




Di antara penampilan Anda yang serba lembut dengan hiasan renda gaya Victorian, sisipan bouquet bungan yang dibuat dengan bantuan karet gelang serta korsase berwarna-warni menjadi titik fokus kerudung segi empat ini.




Bentuknya yang cantik dan warnanya yang kontras berhasil menghidupkan penampilan keseluruhan. Ingin mencoba memakai jilbab segi empat ini?






Bahan yang diperlukan:


- Ciput

- Jarum pentul

- Kerudung segi empat

- Karet gelang

- Bros bunga/korsase
Step by step Cara Memakai Jilbab Segi Empat


1. Kenakan jilbab segi empat membentuk jilbab dasar tengkuk.

2. Ambil sisa jilbab sebelah kiri dan belakang, lipat menjadi dua lalu ikat dengan karet gelang membentuk bunga.

3. Gunakan jarum pentul untuk membuka bunga yang terbentuk dari selendang.

4. Letakkan bunga/korsase di atas bunga jilbab. Rekatkan dengan jarum pentul.
Itulah tadi sedikit Tutorial Cara Memakai Jilbab Segi Empat, semoga bermanfaat
More aboutCara Memakai Jilbab Segi empat

Cara Pakai Jilbab Modern

Diposting oleh Imam Murtaqi

Cara Memakai Jilbab Modern

Kerudung Wanita (Jilbab), Perintah ALLAH yang Sudah Dilupakan Umat Islam Ada satu peribahasa pendek, sederhana, tetapi dalam artinya, yang berbunyi sebagai berikut: “Tak Kenal Maka Tak Sayang” Sesuai dengan peribahasa diatas, ada satu perintah Allah yang penting yang hampir tak dikenal atau dianggap enteng oleh umat Islam, yaitu keharusan wanita memakai kerudung kepala.
Keharusan kaum wanita memakai kerudung kepala tertera dalam surat An Nur ayat 31yang cukup panjang, yang penulis kutip satu baris saja, yang berbunyi sebagai berikut. : “Katakanlah kepada wanita yang beriman… … … . . Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung kepalanya sampai kedadanya”… … . .

Cara Memakai Jilbab – Penampilan yang berbeda dan mempesona adalah keinginan setiap perempuan. namun tidak tertutup bagi seorang muslimah yang memakai jilbab memberikan kesan anggun dan berkelas. Walaupun mengenakan balutan pakaian yang bernuansa Islami,kaum perempuan masih bisa tampil menawan dan tidak melewati batas-batas islami. Banyak perempuan khususnya muslimah mencari trik memakai jilbab yang cantik, gaya namun tetap sesuai akidah, bagaimanakah itu semua ?. Coba simak tips cara memakai jilbab modern berikut ini :

Tips Memakai Jilbab : Cara 1

Kenakan sebuah kerudung / selendang yang panjang kemudian ikat dibagian belakang tengkuk
Tarik selendang/kerudung sebelah kanan kearah depan sampai melewati dan menutupi leher dan putar ke arah belakang lagi
Kaitkan kerudung/selendang ke bagian samping kanan atas dengan menggunakan peniti
Kenakan kerudung/selendang panjang yang tipis
Ikat dibelakang tengkuk
Pilin selendang tipis sebelah kiri dan selendang yang sebelah kanan ditarik ke arah depan menutupi leher dan dikaitkan dengan peniti di samping kanan atas dekat selendang/kerudung yang pertama tadi dikaitkan
Tarik kerudung/selendang yang pertama sehingga berada di luar kerudung tipis
kemudian pilin dan menjadi satu dengan selendang yang tipis.
tarik hasil pilinan tersebut kesamping kanan atas dan jepit dengan peniti



Tips pakai Jilbab modern: Cara 2

Kenakan dalaman model paris. Kemudian kenapan selendang panjang tipis dengan cara mengalungkan di leher, kemudian tarik selendang sebelah kanan memutari kepala ke arah kiri
Tarik selendang sebelah kiri, lakukan dengan cara yang sama seperti langkah

nomer 1.
Setelah beberapa kali lilitan, maka akan nampak hasil seperti gambar nomer 2.
Kenakan selendang yang warnanya senada tetapi tidak terlalu tipis. Kaitkan di belakang tengkuk
Ambil selembar selendang panjang berwarna hitam, kemudian kaitan di belakang tengkuk
Tarik selendang sebelah kanan kearah depan menutupi leher
Pilin selendang yang berwara hitam dengan selendang yang berwarna pink, bentuk menjadi bunga kemudian kaitkan disamping kepala sebelah kiri dengan peniti.

Sekedar menambahkan dalam pemasangan jilbab dengan berbagai kreasi hal yang tetap perlu memperhatikan adalah bentuk wajah, misalnya bagi mereka yang gemuk, bisa disamarkan dengan warna kain jilbab berwarna gelap seperti hitam, Selain itu mengenai cara memakai jilbab kalau bisa agar hiasan kain tidak terlalu tinggi dan membuat ukuran kepala semakin besar.

lebih baik memakai jilbab yang menutupi aurat dari pada mengikuti model modern.., semoga bermanfaa.
More aboutCara Pakai Jilbab Modern

Inilah Saat-Saat Pembuangan Racun dan Penyerapan Gizi dalam Tubuh (Tips Kesehatan)

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

Kesehatan adalah sangat penting, pola hidup yang baik akan sangat menentukan kesehatan kita hari ini hingga nanti. Untuk dapat memiliki kehidupan yang sehat coba anda cermati bagaimana dan kapan saja Waktu Proses Pembuangan Racun dan Penyerapan Gizi dalam Tubuh berikut ini:

1. Malam hari pk 21.00 – 23.00 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah bening). 

Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik (lebih baik lagi bila sudah tidur) . Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.

2. Malam hari pk 23.00 – dini hari 01.00 : saat proses de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

3. Dini hari 01.00 - 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

4. Dini hari 03.00 – 05.00 : de-toxin dibagian paru-paru.

Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.. Bagi perokok pembersihan berlangsung dengan tidak sempurna.

5. Pagi pk 05.00 – 07.00 : de-toxin di bagian usus besar, anda harus buang air besar.

6. Pagi pk 07.00 – 09.00 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. 

Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30... Makan pagi sebelum pk 07...30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.


Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang.

Hal itu senada dengan apa yang terdapat di dalam kitab suci Al-Quran surat AL-FURQAAN : 47. "Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha".

Mari kita tempatkan waktu sesuai dengan kapasitasnya demi kesehatan dan masa depan yang lebih baik.

More aboutInilah Saat-Saat Pembuangan Racun dan Penyerapan Gizi dalam Tubuh (Tips Kesehatan)

Cara Memakai Jilbab

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

Cara memakai jilbab modern merupakan salah satu dari berbagai cara memakai jilbabyang ada. Bagi kaum wanita yang beragama islam tentunya sudah diwajibkan untuk menutup aurat, salah satu caranya yaitu memakai jilbab.


Cara memakai jilbab modern yang baik dan benar memang tidak boleh sembarangan. Sebelum memakai jilbabkalian harus mengenali terlebih dulu bentuk wajah kalian. Terdapat 5 dasar bentuk wajah yakni oval, bulat, kotak, segitiga dan lonjong. Dan berikut ini merupakan 2 model dasar Jibab Modern yang perlu kalian ketahui.
  1. Gaya kerudung ini cocok bagi kalian yang memiliki bentuk wajah bulat dan kotak. Karena untuk bentuk wajah ini, tampilan kerudung akan terlihat lebih rapi.
    Caranya :
    Gunakan scarf bujur sangkar dengan melipatnya terlebih dulu hingga membentuk segitiga sama sisi dengan bagian luar lebih besar 10cm, agar tepi scarf tidak terlihat balapan. Letakkan scarf diatas ciput dengan simetris lalu pertemukan kedua sisi nya dibawah dagu, kaitkan dengan peniti kecil ( Jilbab Modern ).

  2. Gaya berkerudung ini cocok untuk kalian yang memiliki bentuk wajah segitiga dan panjang. Karena gaya berkerudung ini akan menjadikan area rahang terlihat lebih lebar.
    Caranya :
    Bahan dasar dan cara penggunaan awal hampir sama dengan kerudung dagu diatas. Bedanya yaitu cara memakainya, scarf diletakkan diatas ciput dengan simetris, lalu tarik ujung kiri kananya kebelakang tengkuk lalu ikatkan. Ambil sisa salah satu ujung scarf yang telah terikat, tarik kearah depan lalu silangkan didepan leher. Tambatkan ketepi scarf yang berada dibawah kuping dengan menggunakan jarum pentul ( Kerudung Modern ).

Contoh Foto-foto Wanita Berjilbab


cara memakai jilbab modern
Wanita cantik berjilbab

cara memakai jilbab modern
Wanita cantik berjilbab

cara memakai jilbab modern
Wanita cantik berjilbab

cara memakai jilbab modern
Wanita cantik berjilbab

cara memakai jilbab modern
Wanita cantik berjilbab

cara memakai jilbab modern
Wanita cantik berjilbab

cara memakai jilbab modern
Wanita cantik berjilbab


Kumpulan Video Tutorial Cara Memakai Jilbab


















Semoga tutorial panduan Cara Memakai Jilbab diatas bisa bermanfaat.


***

Sumber: http://kumpulan-terbaru.blogspot.com/2012/02/cara-memakai-jilbab-modern-yang-benar.html


More aboutCara Memakai Jilbab

Hujan (Menurut Science & Islam)

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

Hujan (from Science & Islam)
Akhir-akhir ini kita yang hidup di Indonesia khususnya, mengalami perubahan cuaca yg tidak jelas. Kalau dulu pas SD kita taunya musim hujan dan kemarau serta pancaroba yang terjadi di negara kita ini rutin terjadi tiap tahun pada bulan2 tertentu yang tetap (gak brubah waktunya), akan tetapi sekarang hal itu telah mengalami banyak pergeseran. Isu global warming adalah yang paling banyak dicurigai sbg penyebabnya.
Sebelum bicara lebih jauh lagi, kali ini sy akan bicara dulu ttg hujan dari sudut pandang science dan islam.

I. Bagaimana hujan terbentuk ?

a. Menurut science
Pembentukan hujan secara sederhana terjadi dalam tiga tahapan.
- Pertama, bahan baku hujan naik ke udara dengan angin.
- Kemudian, awan-awan terbentuk,
- dan akhirnya muncul titik-titik hujan.



b. Menurut Islam
Dalam salah satu ayat, pembentukan hujan digambarkan (dlm 3 tahapan), sebagai berikut:

” Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira ”. [Ar Ruum (30):48]
Sekarang mari kita selidiki tiga tahapan yang dijelaskan dalam ayat tersebut.


TAHAP PERTAMA
"Allah-lah yang mengirimkan angin…".
Tidak terhitung gelembung udara yang terbentuk oleh busa laut secara terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air terangkat ke langit. Partikel-partikel ini, yang kaya dengan garam kemudian terbawa oleh angin dan naik ke Atmosfer. Partikel-partikel ini, yang disebut dengan Aerosol, berfungsi sebagai perangkap air dan membentuk titik-titik awan dan mengumpulkan air di setiap uap air sendiri, yang naik dari laut sebagai titik-titik kecil.


TAHAPAN KEDUA
"…yang menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…".
Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengalami kondensasi dg kristal garam atau partikel debu di udara karena titik-titik air pada awan ini sangat kecil (diameternya antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan tersebut mengalami suspensi di udara, dan menyebar di langit. so, langit jd tertutup dengan awan.


TAHAP KETIGA
"…lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya ".
Partikel air yang mengelilingi kristal garam dan partikel debu menebal dan membentuk titik hujan, sehingga titik-titik tersebut menjadi lebih berat dari udara dan meninggalkan awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.
Dalam ayat yang lain, ada informasi yang diberikan mengenai pembentukan hujan:
” Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan “. [An Nuur (24):43]
Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan menemukan hasil yang mengagetkan mengenai pembentukan awan-awan hujan.
Awan hujan terbentuk dan berbentuk sesuai dengan sistem dan tahapan tertentu. Tahapan pembentukan cumulonimbus, sejenis awan hujan adalah sebagai berikut:



TAHAP PENGARAKAN:
Awan-awan terbawa, artinya mereka digerakkan oleh angin.


TAHAP PENGGABUNGAN:
Kemudian, awan-awan kecil (awan-awan cumulus) digerakkan oleh angin bersama, yang membentuk awan yang lebih besar.


TAHAP PENUMPUKAN:
Ketika awan-awan kecil bergabung, dorongan ke atas didalam awan yang lebih besar meningkat. Dorongan ke atas dekat pusat awan lebih kuat daripada bagian pinggirnya. Dorongan ke atas ini menyebabkan badan awan bergerak secara vertikal, sehingga awan itu bertumpuk-tumpuk.
Pertambahan vertikal ini menyebabkan tubuh awan masuk ke daerah yang lebih dingin di atmosfer, dimana titik-titik air dan salju terbentuk dan membesar. Ketika titik-titik air dan salju terbentuk dan membesar, air dan salju ini menjadi terlalu berat untuk didukung dorongan ke atas, lalu akhirnya mereka mulai jatuh dari awan sebagai hujan, salju dan lain-lain.

Dan lihat saja, proses ilmiah itu sama dengan apa yang telah disebutkan dlm ayat-ayat Al-Qur’an…


II. Mari kita renungkan….
Sebagaimana telah kita lihat, setiap tahapan dalam pembentukan hujan diceritakan dalam ayat Al-Qur’an. Disamping itu, tahapan-tahapan ini dijelaskan secara akurat dengan urutan yang benar.
Kalau kita lebih jeli, beberapa tahun yang lalu fenomena hujan merupakan misteri besar. Baru setelah radar cuaca ditemukan menjadi mungkin untuk menemukan tahap-tahapan bagaimana hujan terbentuk.
Sebagaimana pada fenomena alam lainnya di Bumi, Allah memberikan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini juga, dan memberitahukannya kepada orang-orang melalui Al-Qur’an sebelum manusia menemukan penjelasannya.


Dari hal itu, jelas bahwa Allah memberikan sepotong informasi yang tidak mungkin diketahui oleh manusia 1400 tahun yang lalu (saat Al-Qur’an diturunkan).
Hal itu sangat mungkin terjadi karena memang Al-Qur’an bukanlah kitab buatan manusia kala itu, tapi merupakan sumber ilmu yang langsung diturunkan oleh Tuhan (ALLAH SWT) sebagai petunjuk bagi orang-orang yang berfikir….



MARI BELAJARLAH DARI AL-QURAN YANG LUAR BIASA….

More aboutHujan (Menurut Science & Islam)

Tentang Inteligen; (dalam Islam dan di Indonesia)

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

Inteligen atau sering disebut Spionase, merupakan seseorang atau badan/lembaga yang bertugas mencari informasi/memata-matai aktivitas orang/golongan tertentu yang bertujuan untuk mendapatkan informasi-informasi penting bagi negara/kelompok tertentu.

a. Intelligen dalam Islam

Dalam bahasa Arab spionase adalah tajassus (memata-matai). Ini sudah dilakukan oleh umat Muslim sejak dulu. Rasulullah itu adalah seorang ahli strategi, operasi intelejen yang dilakukan Rasulullah dan kaum muslimin tidak saja dalam rangka mencuri informasi, tapi juga mengelabui musuh juga dengan memanipulasi informasi.

Dalam Perang Khandaq ada seorang pria bernama Nu’aim bin Mas’ud dari kalangan musyrikin yang memeluk Islam di hadapan Rasulullah. Beliau kemudian memerintahkannya untuk kembali ke tengah pasukan musuh untuk memecah belah bala tentara musuh. Sabda Beliau, “Di antara kita, engkau adalah satu-satunya orang yang dapat melaksanakan tugas itu. Bila engkau sanggup, lakukanlah tugas itu untuk menolong kita. Ketahuilah bahwa peperangan sesungguhnya adalah tipu muslihat.”

Nu’aim pergi mendatangi Yahudi Bani Quraidlah dan meyakinkan mereka untuk tidak terlibat dalam peperangan melawan kaum muslimin sebelum mendapat jaminan dari Quraisy berupa beberapa orang terkemuka sebagai sandera, supaya kaum Quraisy tidak mundur dari peperangan meninggalkan mereka sendirian menghadapi kaum muslimin. “Engkau telah memberikan pendapat yang amat baik,” kata para pemimpin Yahudi Bani Quraidlah.

Kemudian Nu’aim mendatangi pemimpin-pemimpin Quraisy. Pada mereka Nu’aim menceritakan kalau Yahudi Bani Quraidlah menarik pasukannya. Mereka juga secara diam-diam telah membuat kesepakatan dengan Muhammad untuk menculik beberapa pemimpin Quraisy dan Ghathafan untuk diserahkan pada Muhammad dan dibunuh. Nu’aim juga berpesan agar mereka tidak menyerahkan seorang pun pada mereka.

Misi Nu’aim berhasil, akhirnya pasukan Yahudi Bani Quraidlah meninggalkan peperangan sehingga kekuatan musuh berkurang.

Tajassus adalah mengorek-ngorek suatu berita. Jika seseorang mengorek-ngorek berita, baik berita umum maupun rahasia, maka ia telah melakukan aktivitas tajassus (spionase). Orang semacam ini disebut jaasus (mata-mata). Suatu aktivitas bisa terkategori tajassus (spionase), jika di dalamnya ada unsur mengorek-ngorek (mencari-cari) berita. Sedangkan berita yang dikorek-korek (dicari-cari itu) tidak harus berita rahasia. Akan tetapi semua berita, baik umum maupun rahasia. Walhasil, tajassus adalah mencari-cari berita baik yang tertutup, maupun yang jelas.

Jika suatu berita bisa didapatkan secara alami tanpa perlu mencari-cari (tafahhashu), atau tanpa perlu melakukan aktivitas tajassus untuk mengetahui berita tersebut; atau hanya sekedar mengumpulkan, menyebarkan, dan menganalisa suatu berita, maka semua ini tidak termasuk dalam kategori spionae (tajassus), selama tidak ada unsur mencari-cari (mengorek-ngorek) berita itu lebih lanjut. Jika anda mencari berita dalam kondisi semacam ini, maka ini tidak disebut dengan tajassus. Sebab, yang disebut mencari-cari berita atau hingga disebut tajassus adalah, mencari-cari (mengorek-ngorek), mengusut-usut berita, dengan tujuan untuk menelitinya lebih dalam.

Adapun orang yang mencari berita untuk dikumpulkan, dan menelitinya tidak untuk tujuan mengusut berita itu lebih lanjut, namun mengumpulkannya untuk disebarkan kepada masyarakat, maka hal ini tidak disebut tajassus. Orang yang mencari, dan mengumpulkan berita, seperti redaktur koran, atau wakil-wakil kantor berita tidak disebut dengan jaasus (mata-mata). Akan tetapi, bila profesinya sebagai redaktur koran, wakil kantor berita itu digunakan sebagai media untuk melakukan aktivitas tajassus; pada kondisi semacam ini, ia disebut jaasus (mata-mata). Orang tersebut disebut mata-mata, bukan karena posisinya sebagai redaktur koran yang mencari berita, akan tetapi karena aktivitas mata-mata yang ia lakukan dengan menyaru sebagai wartawan. Kenyataan seperti ini banyak dilakukan oleh wartawan-wartawan non muslim yang masuk ke negeri-negeri Islam.

Pegawai dinas intelejen, biro mata-mata, dan lain-lainnya, yang bertugas mengorek-ngorek berita (memata-matai), maka, mereka adalah mata-mata (jaasus). Sebab, aktivitasnya sudah terkategori sebagai aktivitas spionase tajassus.

Dalam Sirah Ibnu Hisyam, bahwa Nabi Muhammad pernah mengutus ‘Abdullah bin Jahsiy bersama 8 orang dari kalangan Muhajirin. Kemudian beliau memberikan sebuah surat kepada ‘Abdullah bin Jahsiy, dan beliau menyuruhnya agar tidak melihat isinya. Ia boleh membuka surat itu setelah berjalan kira-kira 2 hari lamanya. Selanjutnya mereka bergegas pergi. Setelah menempuh perjalanan selama dua hari, barulah ‘Abdullah bin Jahsiy membuka surat, dan membaca isinya. Isinya adalah, “Jika engkau telah melihat suratku ini, berjalanlah terus hingga sampai kebun korma antara Mekah dan Tha’if, maka intailah orang-orang Quraisy, dan khabarkanlah kepada kami berita tentang mereka (orang Quraisy).”

Dalam surat itu, Rasulullah memerintah ‘Abdullah bin Jahsiy untuk memata-matai orang Quraisy, dan mengabarkan berita tentang mereka kepada Rasul. Akan tetapi, beliau Saw memberikan pilihan kepada para shahabat lainnya untuk mengikuti ‘Abdullah bin Jahsiy, atau tidak. Akan tetapi, Rasulullah mengharuskan ‘Abdullah bin Jahsiy untuk terus berjalan hingga sampai ke kebun kurma antara Mekah dan Tha’if, dan memata-matai orang Quraisy. Riwayat ini menyatakan bahwa Rasulullah Saw, telah meminta shahabat untuk melakukan aktivitas spionase, yakni wajib bagi ‘Abdullah bin Jahsiy, namun shahabat yang lain diberi dua pilihan, ikut bersama ‘Abdullah bin Jahsiy atau tidak.

Dengan demikian, tuntutan untuk melakukan spionase bagi ‘Abdullah bin Jahsiy (dinisbahkan kepada tugas dari negara) adalah pasti, sehingga hukumnya wajib, sedangkan bagi kaum muslimin tuntutan tidak pasti, sehingga hukumnya boleh.

b. Intelligen di Indonesia

Inteligen di indonesia secara resmi berada dibawah naungan badan inteligen nasional (BIN). peranan BIN cukup vital di Indonesia, karena dari sanalah pemerintah mendapatkan informasi-informasi rahasia tentang aktivitas-aktivitas penting/rahasia baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Baru-baru ini terjadi penemuan baru oleh BIN tentang rencana penembakan Presiden Rep Indonesia (Susilo Bambang Yudhoyono), yang berhasil terekam aktivitas latihan menembak nya dengan sasaran foto wajah presiden Indonesia tersebut.

Selain itu BIN juga telah mencium aktivitas teroris yang berencana melakukan serangan bom di hotel JW. Marriot dan hotel Ritz carlton, walaupun tidak berhasil menggagalkan serangan bom tersebut. Dalam perkembangannya BIN berhasil mengungkap beberapa orang yang diduga memiliki hubungan dengan kasus serangan bom tersebut.

c. Pernyataan Serangan Bom Mega Kuningan, Jakarta.

Baru-baru ini ditemukan blog yang ditulis oleh pemimpin gerakan islam radikal di Indonesia Noordin M Top.

Pentolan aksi terorisme di Indonesia baru pertamakalinya membuat pernyataan di sebuah blog di internet. Dia (Noordin) mengklaim bertanggungjawab atas aksi pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Nurdin menuliskan pernyataannya dalam bahasa Indonesia di sebuah blog dengan warna latar hitam, Bushro, tag yang dipilih oleh sesorang yang mengatasnamakan Nurdin M Top itu.

Nurdin memposting tulisannya itu tertanggal 26 Juli 2009. Di sana Nurdin menjelaskan alasan dan motivasi aksi teror bom di hotel JW Mariot dan Ritz Carlton yang mengakibatkan 9 orang tewas.

Isi lengkap tulisan Noordin M Top atas aksi pengeboman di dua hotel di Mega Kuningan tersebut yang dimuat di media islam silahkan klik link berikut ini untuk masuk ke blognya http://mediaislam-bushro.blogspot.com/

Semoga kita bisa lebih berhati-hati dan lebih bijak menanggapi kasus-kasus pem-bom-an yang terjadi di Indonesia.

***

More aboutTentang Inteligen; (dalam Islam dan di Indonesia)