Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Gaya Kepemimpinan Jokowi dan Morihiko

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.



Pemimpin, jalan-jalan, keluar masuk kampung, menemui warga, berdialog tanya ini dan itu hingga kemudian menelurkan sebuah rencana untuk mengatasi persoalan mendasar di wilayah itu. Sebuah jalan keluar yang diharapkan sesuai dengan harapan warga yang coba dibantu dengan sebuah kebijakan. Tak perlu menebak-nebak, gambaran pemimpin seperti itu ada dalam diri Jokowi, yang kini dikenal dengan aktifitas ‘blusukan’-nya.

Namun cerita ‘blusukan’ Jokowi belum melahirkan catatan kesuksesan, cerita yang kemudian bisa direplikasi di tempat lain. Ini bukan sebuah kegagalan melainkan memang belum cukup waktu untuk mengukur hasil dari sepak terjang Jokowi sebagai Gubernur Jakarta dengan ‘blusukan’-nya.

Gaya Kepemimpinan Jokowi dan Morihiko
Gaya Kepemimpinan Jokowi dan Morihiko

Morihiko Hiramatsu - Oita

Jauh sebelum Jokowi jadi gubernur Jakarta dan Walikota Solo, di Jepang tepatnya di prefektorat Oita ada sebuah kisah yang hampir sama. Saat itu tahun 1979, Morihiko Hiramatsu mulai menduduki jabatan Gubernur. Dia memulai perjalanan pemerintahannya dengan berkeliling ke berbagai penjuru daerah. Menemui masyarakat, mendengarkan keluhan juga aneka permintaan.

Morihiko menyadari bahwa Oita adalah salah satu daerah di Jepang yang tidak maju, pendapatan per kapita termasuk yang paling rendah, kekayaan alamnya terbatas dan kondisi-kondisi lain yang tidak menguntungkan. Morihiko memandang bahwa penduduk Oita sudah mencapai tahap ‘nrimo’ atas keadaan sehingga tidak mau bangkit untuk memperbaiki keadaan. Keadaan yang sebenarnya hampir sama dengan berbagai wilayah atau masyarakat Indonesia yang juga ‘nrimo’ atas keadaan seperti banjir, longsor, gagal panen, polusi, macet dan lain sebagainya.

Hasil dari ‘blusukan’ Hiromito adalah sebuah program dan gerakan yang dinamai dengan Gerakan Satu Desa, Satu karya. Gerakan yang kemudian banyak ditiru oleh daerah-daerah di negara lain yang populer dengan nama One Village, One Product.Sebuah gerakan yang sebenarnya agak berlawanan dengan maistreams pembangunan di Jepang yang mendasarkan diri pada industri besar dan berbasis pada teknologi tinggi.

Sebagai sebuah gerakan maka langkah-langkah yang dilakukan oleh Morihiko juga tidak berbeda jauh dengan apa yang dilakukan para pejabat di Indonesia kala mencanangkan suatu gerakan, seperti Gerakan Disiplin Nasional, Gerakan Menanam Satu Juta Pohon, Gerakan Hemat Energi dan lain sebagainya. Morihiko pun gemar tampil di televisi mengembar-gemborkan gerakannya.

Lalu apa yang membedakan sehingga Morihiko bisa berhasil?

Prinsip, ya Morihiko menjaga prinsip-prinsip penting dalam gerakan yang dikampanyekan olehnya. Pertama Morihiko mendorong masing-masing daerah menemukan keunikan, kekhasan, apa yang tak dimiliki oleh daerah lainnya. Keunikan yang nantinya bisa jadi kebanggaan sekaligus pemacu motivasi untuk maju.

Prinsip kedua yang digiatkan oleh Morihiko adalah kemandirian dan kreatifitas. Menurutnya pembangunan akan berhasil apabila ditopang oleh masyarakat setempat, bukan karena stimulus atau bantuan dari luar. Pemerintah hanya memberikan dukungan prasarana. Dan prasarana yang dimaksud adalah pembangunan pusat penelitian dan lembaga-lembaga yang bisa memberi bantuan panduan teknis.

Dan prinsip yang terakhir adalah pengembangan sumberdaya manusia yang mengacu pada kekuatan masing-masing daerah. Dengan demikian sistem pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan dan sumberdaya lokal. Muatan lokalnya besar, begitu seperti yang sering diungkapkan para ahli kurikulum pendidikan di Indonesia.

Dan lima belas tahun kemudian, upaya Morihiko mencapai hasilnya. Oita tumbuh menjadi daerah terkemuka bukan karena menghasilkan robot, kulkas atau kamera. Pendapatan perkapita penduduk Oita naik, karena menghasilkan Satsuma, jeruk terbaik dan termahal di Jepang, juga Wasabi rempah pedas untuk bumbu Shasimi.

Atas cara yang berbeda, Jokowi barangkali bisa disebut tengah melakukan apa yang telah dibuktikan berhasil oleh Morihiko di Oita Jepang. Persoalan mungkin berbeda, Jokowi bukan hendak membebaskan Jakarta dari keterpurukan ekonomi, melainkan keterpurukan lingkungan dan pemukiman di Jakarta. Jakarta yang kumuh, macet, super padat, banjir dan lain sebagainya. Seperti Morihiko,mestinya setelah blusukan dan mendapat berbagai gambaran, usulan maupun pertimbangan-pertimbangan dari masyarakat, Jokowi bersama para staffnya bisa merumuskan strategi dan pendekatan yang secara bermakna mampu melepaskan Jakarta dari masalah klasik yang mendera dari waktu ke waktu.

Andai kemudian Jokowi bisa berhasil, maka kelak dalam pelajaran manajemen tata ruang atau tata kota akan ada bahasan tentang JOKOWIISME, sebuah pendekatan yang mampu merubah wajah Jakarta dari Kampung Besar yang semrawut menjadi kota yang bersih dengan aliran sungai yang jernih dan jalanan tidak macet meskipun kebanyakan warganya mempunyai mobil.

More aboutGaya Kepemimpinan Jokowi dan Morihiko

Pidato Hasyim Muzadi (Tentang Tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia)

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.


Hasyim Muzadi
Hasyim Muzadi
KH. Hasyim Muzadi, Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) & Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) & Mantan Ketum PBNU  memberikan Pidato menyikapi tentang tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva.

Berikut selengkapnya isi pidato Hasyim Muzadi:

"Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti krn laporan dr dlm negeri Indonesia. Slm berkeliling dunia, saya blm menemukan negara muslim mana pun yg setoleran Indonesia.
Klau yg dipakai ukuran adl masalah AHMADIYAH, memang krn Ahmadiyah menyimpang dr pokok ajaran Islam, namun sll menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tdk dipersoalkan oleh umat Islam.
Kalau yg jadi ukuran adl GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tdk ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional & dunia utk kepentingan lain drpd masalahnya selesai.
Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adl lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tp di Kupang (Batuplat) pendirian masjid jg sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu mlkkan mediasi.
Kalau ukurannya LADY GAGA & IRSHAD MANJI, bangsa mana yg ingin tata nilainya dirusak, kecuali mrk yg ingn menjual bangsanya sendiri utk kebanggaan Intelektualisme Kosong ?
Kalau ukurannya HAM, lalu di iPapua knp TNI / Polri / Imam Masjid berguguran tdk ada yg bicara HAM ?Indonesia lbh baik toleransinya dr Swiss yg sampai skrg tdk memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dr Perancis yg masih mempersoalkan Jilbab, lbh baik dr Denmark, Swedia dan Norwegia, yg tdk menghormati agama, krn disana ada UU Perkawiman Sejenis. Agama mana yg memperkenankan perkawinan sejenis ?!
Akhir'a kmbl kpd bngsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yg hrs sadar dan tegas, membedakan mana HAM yg benar (humanisme) dan mana yg sekedar Weternisme".


Demikian Pidato Hasyim Muzadi (Tentang Tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia).

More aboutPidato Hasyim Muzadi (Tentang Tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia)

Film The Avenger, Profil Pemeran Tokoh di Film Avenger

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

The Avenger merupakan Film Super Hero yang lagi heboh dan sedang tayang. Setelah lama menunggu akhirnya film Avenger ini diputar juga di Indonesia sejak semingguan yang lalu. Mengisahkan tentang sekumpulan pahlawan super Marvel yang bersatu dikumpulkan oleh S.H.I.E.L.D (Strategic Homeland Intervention Enforcement Logistics Division untuk melawan Loki yang bermaksud mengganggu Bumi, FIlm ini sangat layak untuk dijadikan bahan nonton bareng teman-teman atau keluarga .

Nah setelah kemarin saya sudah postingkan tentang Film Laris Terbaru Tahun 2012, yang salah satunya adalah fil The Avenger ini, berikut ini info profil  pemain film the avenger yaitu semua sosok pahlawan super + musuh utama yang ada di Avenger yang didapat dari 21cineplex.com mungkin bisa menambah info seputar film ini.

Iron Man (Tony Stark) diperankan oleh Robert Downey Jr.
iron man
Tetap seperti karakter Iron Man, Tony Stark tidak pernah mundur menghadapi kejadian sesulit apapun. Awalnya, Tony Stark curiga dengan apa yang sedang dijalani oleh tim The Avengers, karena ia terbiasa single fighter. Namun, lambat laun Tony menyadari ia tidak selamanya bisa sendiri, The Avangers adalah sebuah tim, bagaimanapun 'kita' lebih baik daripada 'aku'.






Captain America (Steve Rogers) diperankan oleh Chris Evans.
captain america
Steve yang telah bertahun-tahun menghabiskan waktunya di Arctic, setelah misi terakhirnya menyelamatkan New York, kini harus kembali hidup ke dunia moderen. Sedikit gagap ia memahami dunia baru tersebut. Pada saat Nick Furry direktur S.H.I.E.L.D memanggilnya untuk membantu menyelamatkan dunia lagi, ia segera kembali menjadi Captain America. Level interkasinya lebih dalam di dalam The Avengers. Semuanya terasa lebih maju dari semua teknologi yang pernah ia lihat. Namun Steve terus mencoba menemukan pijakannya di dunia moderen.




Thor, The God of Thunder diperankan oleh Chris Hemsworth.
thor
Thor adalah seorang pangeran arogan dari Asgard. Setelah kembalinya ke Asgard sebagai pahlawan,Thor harus kembali ke bumi sekali lagi untuk mencegah terjadinya malapetaka kosmik yang dibuat oleh Loki saudara laki-lakinya. Dengan bersenjata Njolnir, kapak legendaris berkekuatan dasyat, Thor ditarik bergabung dalam The Avengers. Thor mengerahkan kekuatannya untuk The Avangers karena misinya melawan kekuatan Loki, saudaranya yang selalu bertingkah. Thor di sini sangat berperan memberikan informasi personal tentang Loki karena Thor adalah saudara laki-lakinya. 


The Hulk (Bruce Banner) diperankan oleh Mark Ruffalo.
hulk
Sebagaiaman kita ketahui, saat kondisi marah, Dr. Banner akan bertransformasi menjadi monster hijau yang kuat dan brutal.  Karen ia takut kekuatannya akan merusak, Dr. Banner memilih untuk hidup tersembunyi. Bekerja menyembuhkan pasien dan menghindari orang-orang yang ingin memanfaatkan kekuatannya. Mengetahui kekuatan The Hulk ini, S.H.I.E.L.D memanggilnya untuk bergabung dalam The Avengers. Kekuatannya akan menjadi aset bagi tim The Avengers.


Hawkeye (Clint Barton) diperankan oleh Jeremy Renner.
hawkeye
Barton adalah penembak paling andal di dunia. Bersenjatakan panah mematikan, Hawkeye mampu memanah, dalam situasi terjepit dengan presisi yang tepat. Sesuai potensinya dalam menangani bencana global, Hawkeye rela memberikan kekuatannya untuk bergabung dalam The Avengers.




Black Widow (Natasha Romanoff) diperankan oleh Scarlett Johansson.
black widow
Black Widow adalah Agen S.H.I.E.L.D pengintai terhebat sedunia, yang juga pemilik skill pembunuh terhebat sedunia. Senjata andalannya berupa sengatan dan cluster bomb. Black Widow sangat piawai menggunakan senjatanya sebagaimana ia piawai menguasai beladiri. Pola pikirnya militeristik. Ia sangat loyal pada The Avengers karena memang ia harus loyal. Dengan pola pikir ini, ia bisa mengetahui peluang kebenaran dari kesalahan.


Nick Furry, The Director of S.H.I.E.L.D diperankan oleh Samuel J.Jackson.
nick fury
Sebagai seorang pemimpin, Furry orang yang sangat peduli dengan kekuatan jahat yang akan memusnahkan bumi. Maka dari itu, Furry selalu ingin bertarung melawan kekuatan jahat tersebut. Dengan membentuk The Avengers, Furry yakin kekuatan jahat dapat dimusnahkan.




Loki diperankan oleh Tom Hiddleston.
loki
Inilah tokoh yang akan menjadi musuh utama tim The AvengersSetelah usahanya menggulingkan singgasana Asgard digagalkan oleh saudaranya Thor, Loki mundur dan bersembunyi untuk menyusun aksi balas dendam. Kali ini, bukan hanya menyerang Thor tapi untuk menyerang bumi. Loki kembali dengan rencana jahatnya ingin menaklukkan bumi dan tidak akan berhenti sampai visinya terwujud. Saat penyalahgunaan kekuasaan Loki mulai mengancam seluruh planet, inilah saatnya, The Avengers beraksi menghentikannya. Loki ingin lebih hebat dari apa yang dimilikinya sekarang. Baginya, ia adalah seorang dewa, maka ia lebih kuat dari seluruh manusia.

More aboutFilm The Avenger, Profil Pemeran Tokoh di Film Avenger

Hari Pendidikan Nasional untuk Mengenang Jasa Pahlawan Pendidikan

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

Tanggal 2 Mei identik dengan peringatan hari pendidikan nasional. Hari itu disandarkan pada tokoh Ki Hajar Dewantara atau yang bernama asli Soewardi Soerjaningrat, pendidik kelahiran Jogyakarta, 2 Mei 1889 yang wafat pada 26 April 1959 ini adalah seorang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada jaman kolonial Belanda.

Dilahirkan sebagai bangsawan Jawa, Raden Mas Soewardi bertekad memperbaiki nasib kaum pribumi Jawa melalui jalur pendidikan. Diapun mendirikan perguruan Taman Siswa yang memberikan kesempatan bagi semua orang, terutama rakyat jelata. Maklumlah pada masa kolonial yang berhak memperoleh pendidikan hanyalah kaum priyayi bangsawan dan anak-anak orang Belanda saja.

Mengenang Jasa Pahlawan Pendidikan

Soewardi mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922 di Yogyakarta. Institusi pendidikan ini kemudian menjadi tonggak sejarah yang penting dalam bidang pendidikan nasional.

Tulisan Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" judul asli tulisannya: Als ik eens Nederlander was, dimuat dalam surat kabar de Expres milik Dr Douwes ekker pada 1913 melambungkan namanya. Artikel ini ditulis dalam konteks rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Hindia Belanda Indonesia, yang saat itu masih belum merdeka, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis.


"Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan dinegeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlandaer memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengkongsi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingan sedikitpun".

Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara
Beliau dikenal sebagai Menteri Pendidikan Indonesia yang pertama dan wajahnya bisa dilihat pada uang kertas pecahan Rp20.000. Nama beliau diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Selain itu, sampai saat ini perguruan Taman Siswa yang beliau dirikan masih ada dan telah memiliki sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Semboyan dalam pendidikan yang beliau pakai adalah: tut wuri handayani. Semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Hanya ungkapan tut wuri handayani saja yang banyak dikenal dalam masyarakat umum.

Arti dari semboyan ini secara lengkap adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik). Semboyan ini masih tetap abadi dan dipakai dalam dunia pendidikan kita.

Gagasan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara masih terus relevan sampai pada jaman kemajuan teknologi sekarang ini. Jaman ketika banyak orang terbuai dengan teknologi yang canggih, sehingga melupakan aspek-aspek lain dalam kehidupannya, seperti pentingnya membangun relasi dengan orang lain, perlunya melakukan aktivitas sosial di dalam masyarakat, pentingnya menghargai sesama lebih daripada apa yang berhasil dibuatnya, dan lain-lain.

Dalam abad informasi ini, manusia tidak lagi bebas menumbuhkembangkan dirinya menjadi manusia seutuhnya dengan segala aspeknya. Keberadaan manusia pada zaman ini seringkali diukur dari “to have” (apa saja materi yang dimilikinya) dan “to do” (apa saja yang telah berhasil/tidak berhasil dilakukannya) daripada keberadaan pribadi yang bersangkutan (“to be” atau “being”nya).

Menurut Ki Hajar, dalam pendidikan perlu ditanamkan sejak dini bahwa keberadaan seorang pribadi, jauh lebih penting dan tentu tidak persis sama dengan apa yang menjadi miliknya dan apa yang telah dilakukannya. Sebab manusia tidak sekedar pemilik kekayaan dan juga menjalankan suatu fungsi tertentu.

Pendidikan yang humanis menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia, dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang . Inilah yang menurut Ki Hajar Dewantara harus dikembangkan karena pendidikan juga menyangkut daya cipta (kognitif), daya rasa (afektif), dan daya karsa (konatif). Singkatnya, “educate the head, the heart, and the hand !”

Ki Hajar Dewantara senantiasa melihat manusia lebih pada sisi kehidupan psikologiknya, karena manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta, karsa dan karya. Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia.

Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. Dan ternyata pendidikan sampai sekarang ini hanya menekankan pada pengembangan daya cipta, dan kurang memperhatikan pengembangan olah rasa dan karsa. Jika berlanjut terus akan menjadikan manusia kurang humanis atau manusiawi.

Dari titik pandang sosio-anthropologis, kekhasan manusia yang membedakannya dengan makhluk lain adalah bahwa manusia itu berbudaya, sedangkan makhluk lainnya tidak berbudaya. Maka salah satu cara yang efektif untuk menjadikan manusia lebih manusiawi adalah dengan mengembangkan kebudayaannya. Persoalannya budaya dalam masyarakat itu berbeda-beda.

Ki Hajar Dewantara sendiri dengan mengubah namanya ingin menunjukkan perubahan sikapnya dalam melaksanakan pendidikan yaitu dari satria pinandita ke pinandita satria yaitu dari pahlawan yang berwatak guru spiritual ke guru spiritual yang berjiwa ksatria, yang mempersiapkan diri dan peserta didik untuk melindungi bangsa dan negara.

Bagi Ki Hajar Dewantara, para guru hendaknya menjadi pribadi yang bermutu dalam kepribadian dan kerohanian, baru kemudian menyediakan diri untuk menjadi pahlawan dan juga menyiapkan para peserta didik untuk menjadi pembela nusa dan bangsa. Dengan kata lain, yang diutamakan sebagai pendidik pertama-tama adalah fungsinya sebagai model atau figure keteladanan, baru kemudian sebagai fasilitator atau pengajar.

Oleh karena itu, nama Hajar Dewantara sendiri memiliki makna sebagai guru yang mengajarkan kebaikan, keluhuran, keutamaan. Pendidik atau Sang Hajar adalah seseorang yang memiliki kelebihan di bidang keagamaan dan keimanan, sekaligus masalah-masalah kemasyarakatan. Modelnya adalah Kyai Semar yang sukses menjadi perantara antara Tuhan dan manusia, mewujudkan kehendak Tuhan di dunia ini.

Sebagai pendidik yang merupakan perantara Tuhan maka guru sejati sebenarnya adalah berwatak pandita juga, yaitu mampu menyampaikan kehendak Tuhan dan membawa keselamatan. Manusia merdeka adalah tujuan dari pendidikan nasional kita. Merdeka baik secara fisik, mental dan kerohanian.

Suasana yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan adalah suasana yang berprinsip pada kekeluargaan, kebaikan hati, empati, cintakasih dan penghargaan terhadap masing-masing anggotanya. Maka hak setiap individu hendaknya dihormati; pendidikan hendaknya membantu peserta didik untuk menjadi merdeka dan independen secara fisik, mental dan spiritual.

Pendidikan juga hendaknya tidak hanya sekedar mengembangkan aspek intelektual sebab akan memisahkan dari orang kebanyakan. Pendidikan hendaknya memperkaya setiap individu tetapi perbedaan antara masing-masing pribadi harus tetap dipertimbangkan. Pendidikan hendaknya memperkuat rasa percaya diri, mengembangkan hara diri. Setiap orang harus hidup sederhana dan guru hendaknya rela mengorbankan kepentingan-kepentingan pribadinya demi kebahagiaan para peserta didiknya.

Metode yang yang sesuai dengan sistem pendidikan ini menurut Ki Hajar adalah sistem among yaitu metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih, asah dan asuh (care and dedication based on love).

Guru / Tenaga Pendidikan yang efektif memiliki keunggulan dalam mengajar (fasilitator); dalam hubungan (relasi dan komunikasi) dengan peserta didik dan anggota komunitas sekolah; dan juga relasi dan komunikasinya dengan pihak lain (orang tua, komite sekolah, pihak terkait); segi administrasi sebagai guru; dan sikap profesionalitasnya. Sikap-sikap profesional itu meliputi antara lain: keinginan untuk memperbaiki diri dan keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Maka penting pula membangun suatu etos kerja yang positif yaitu: menjunjung tinggi pekerjaan; menjaga harga diri dalam melaksanakan pekerjaan, dan keinginan untuk melayani masyarakat. Dalam kaitan dengan ini penting juga performance/penampilan seorang profesional: secara fisik, intelektual, relasi sosial, kepribadian, nilai-nilai dan kerohanian serta mampu menjadi motivator. Singkatnya perlu adanya peningkatan mutu kinerja yang profesional, produktif dan kolaboratif demi pemanusiaan secara utuh setiap peserta didik.

More aboutHari Pendidikan Nasional untuk Mengenang Jasa Pahlawan Pendidikan

Pengertian CEO dan Beberapa CEO yang Sukses Membangun Perusahaan Kelas Dunia

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

CEO singkatan dari Chief Executive Officer" (bahasa Indonesia: Pejabat Eksekutif Tertinggi). Ada banyak CEO di negara kita terutama di perusahaan-perusahaan besar, meski begitu hanya sedikit sekali CEO yang piawai dalam pekerjaan mereka. Kenyataannya hanya 1 dari 20 orang CEO berada di puncak. Dan sebagian besar tidak mengetahui apa pekerjaan mereka sebenarnya dan hanya sedikit yang bisa melakukan dengan baik. Lalu seberapa pentingnyakah kinerja seorang CEO bagi sebuah perusahaan? 

Pekerjaan CEO bisa dikatakan sederhana, tetapi sama sekali tidak mudah. Seorang CEO memiiki tingkat tanggung jawab yang tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya. Seorang CEO bisa bertanggung jawab atas tugas-tugas operasionalisasi sehari-hari hingga tindakan yang diperlukan dalam langkah bisnis. Dalam sebuah usaha rintisan teristimewa, peranan CEO sangatlah krusial. Ia adalah seorang pimpinan yang bertanggung jawab atas kegagalan atau kesuksesan sebuah perusahaan. Operasi, pemasaran, strategi, pendanaan, penciptaan budaya perusahaan, sumber daya manusia, perekrutan tenaga kerja, pemutusan hubungan kerja, penjualan, hubungan masyarakat, dan sebagainya. Semua urusan tersebut umumnya ditangani oleh seorang CEO.


Itulah mengapa seorang CEO harus dipilih dengan baik. Dan jika kita memiliki sebuah usaha dan kita ingin memilih seseorang sebagai CEO, kita harus mengetahui syarat-syarat apa yang harus dipenuhi seorang individu agar bisa menjalankan mandat sebagai CEO dengan baik. Dan bagi Anda yang sudah menjadi CEO, mungkin uraian berikut bisa menjadi refleksi apakah Anda sudah menjalankan tugas dengan baik atau belum: Jangan pernah berhenti bermimpi menjadi sukses. Apakah Anda ingin menjadi karyawan yang memegang jabatan tertinggi, atau menjadi pengusaha yang sukses, selalu ada nilai-nilai kehidupan yang bisa Anda jadikan pegangan. Bagaimana para CEO dunia ini mengelola kesuksesannya, bisa memberikan wawasan bagi kita untuk berjuang menjadi orang yang lebih baik. 

Berikut adalah enam CEO dan nilai-nilai kepemimpinan bisa dijadikan penuntun bagi pemilik bisnis baru, karyawan, maupun entrepreneur. 

CEO Facebook
1. Mark Zuckerberg, CEO, Facebook Pikirkan jangka panjang, bukan kepuasan yang cepat. Orang yang sukses biasanya akan tergoda menjual perusahaannya, lalu menciptakan bisnis lain yang lebih hebat. Zuckerberg pun telah berulang kali menerima kesempatan untuk menjual social media-nya kepada peminat yang berani membeli dengan harga tinggi. Namun ia bertahan, karena percaya bahwa akan ada potensi yang lebih besar dan lebih baik di masa depan. Intuisinya tepat. Banyak analis bisnis memperkirakan nilai Facebook mencapai 100 milyar dollar saat ini.


CEO Apple
2. Steve Jobs, CEO, Apple Jadilah seorang visioner. Kesuksesan Apple hampir seluruhnya disebabkan oleh visinya. Ia sempat digulingkan dari perusahaan yang dibangunnya pada 1984. Namun para penerusnya: John Sculley, Michael Spindler, dan Gil Amelio, gagal mengangkat perusahaan tersebut. Sejak kembali ke perusahaan pada 1997, Jobs menunjukkan kemampuannya yang luar biasa untuk menciptakan visi ke depan. Ia memberikan sisi artistik pada lini produknya, dan menciptakan produk-produk yang layak diimpikan para pengguna, dan menghasilkan nilai harga yang lebih besar dari para kompetitornya. Jobs juga merancang ekosistem yang membawahi produk-produk Apple, termasuk aksesori dan layanannya (seperti iTunes dan App Store).


CEO Microsoft
3. Bill Gates – Microsoft Bill Gates mendirikan Microsoft pada pertengahan 1970an bersama Paul Allen. Perusahaan ini merupakan pemain kunci berpengaruh pada pertumbuhannya untuk menjadi perusahaan terbesar teknologi di dunia. Bill Gates sering menuai kritik atas gaya manajemen bertahan yang semangat. Dia menetapkan kendali ketat atas seluruh strategi produk perusahaan miliknya dan secara agresif memperluas porto folionya. Beberapa produk yang penting bagi Microsoft, dikembangkan di bawah pengawasan Bill Gates, termasuk Microsoft Windows dan Microsoft Office. Bill Gates mundur dari CEO Microsoft pada 2000. Bersama istrinya, Melinda, Bill Gates memfokuskan diri pada kegiatan sosial yang berada di bawah naungan Bill & Melinda Gates Foundation.

CEO Amazon
4. Jeff Bezos – Amazon Jeff Bezos merupakan pendiri Amason.com yang merupakan sebuah toko buku online pada 1994. Sejak saat itu, Jeff Bezos menjadi pengusaha dot-com paling sukses dengan penghasilan Milyaran Dollar Amerika. Prestasi terbaiknya adalah mengembangkan situs Amazon.com dengan model bisnis yang luar biasa efisien. Dia mengadaptasi konsep pertama toko buku non-brick-and-mortar untuk semua barang. Jeff Bezos memulainya dengan mendiversifikasi CD, DVD, perangkat lunak, dan games komputer. Kemudian Jeff memperluasnya dengan menjual semuanya dengan cukup banyak. Jeff Bezos membuat sebuah akuisisi besar sepanjang tahun beberapa perusahaan, termasuk Zappos, IMDb, Alexa Internet, dan Audible.com. Saat ini, Amazon.com memiliki kapitalisasi pasar sebesar 96 Milyar Dollar Amerika. Dengan nilai ini, membuat Amazon menjadi perusahaan retail online terbesar di dunia.

Seorang CEO memimpin CEO memimpin sebuah tim dengan menciptakan sebuah budaya yang kuat di antara tim yang ia pimpin dan secara terus menerus mendorong mereka untuk bersemangat dalam melakukan pekerjaannya masing-masing. Mereka menyusun sebuah sistem keuangan. Seorang CEO yang kompeten mampu memberikan semangat dan menjalankan tugas dengan baik dalam waktu yang sama. CEO yang menjadi pemimpin sejati membuat anggota timnya ingin bekerja dengan semangat meluap yang sama untuk membantu mencapai tujuan perusahaan. Seorang CEO bersikap jelas CEO andal menentukan dan mengkomunikasikan strategi dan menciptakan buy-in untuk strategi ini. Kualitas prima seorang CEO terpancar saat ia mengetahui telah memiliki sebuah tim yang solid untuk membantu strategi atau rencana pasar dan mereka memberikan pegawai banyak peluang untuk menimbang dengan menggunakan sudut pandang mereka.

Seorang CEO terjun langsung ke lapangan CEO yang baik tidak segan untuk membantu merencanakan rencana distribusi ke lapangan/ pasar dan menciptakan sumber pemasukan dan hasil yang lebih baik. Ia bersedia turun ke lapangan bersama para anggota tim untuk menghadiri kesepakatan penjualan yang jumlahnya signifikan atau memikirkan mengapa perusahaan kehilangan satu kesempatan emas dalam penjualan. CEO ideal juga bersedia mendampingi, menjaga keseimbangan prioritas dan mengilhami timnya untuk memenangkan peluang emas yang datang kemudian. CEO dengan cepatnya memilah-milah kesalahan dalam evaluasi kerja sehingga keberhasilan bisa dicapai di masa datang.

Seorang CEO bertindak strategis CEO andal mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Inilah apa yang harus dimiliki: kemampuan untuk tampil dengan pantas dan wajar, mengamati sekitarnya, mengantisipasi persaingan dan memberikan tanggapan berdasarkan apa yang ia tangkap. CEO mampu bertindak sigap dan cekatan kapan pun dan di mana pun jika, misalnya, ia harus terlibat dalam sebuah kegiatan curah gagasan atau bertukar ide. Ia memahami timnya dengan amat baik serta tidak mengabaikan masukan dari anggota timnya.

Seorang CEO tahu kelemahannya CEO yang ideal mengetahui dengan baik apa saja kelebihan yang ia miliki dan saat yang tepat untuk menanggalkan atribut CEO. Ia bersedia untuk mendelegasikan tugas kepemimpinan yang ia kurang kuasai kepada anggota tim atau orang lain yang jauh lebih kompeten darinya. Mereka bisa menempatkan dirinya sebagai pimpinan atau CSO (Chief Strategy Officer) atau Chief Revenue Officer dan menyadari bahwa sekarang saatnya untuk memimpin sebuah perusahaan yang lebih besar atau justru lebih kecil.

***

More aboutPengertian CEO dan Beberapa CEO yang Sukses Membangun Perusahaan Kelas Dunia

Wanita-Wanita yang Paling Berpengaruh di Dunia

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

1 Angela Merkel (Chancellor Germany)
2 Sheila Bair (Chairman, Federal Deposit Insurance Corp. U.S.)
3 Indra Nooyi (Chief executive, PepsiCo U.S.)
4 Cynthia Carroll (Chief executive, Anglo American U.K.)
5 Ho Ching (Chief executive, Temasek Singapore)
6 Irene Rosenfeld (Chief executive, Kraft Foods U.S.)
7 Ellen Kullman (Chief executive, DuPont U.S.)
8 Angela Braly (Chief executive, WellPoint U.S.)
9 Anne Lauvergeon (Chief executive, Areva France)
10 Lynn Elsenhans (Chief executive, Sunoco U.S.)

11 Cristina Fernandez (President Argentina)
12 Carol Bartz (Chief executive, Yahoo U.S.)
13 Sonia Gandhi (President, Indian National Congress Party India)
14 Ursula Burns (Chief executive, Xerox Corp. U.S.)
15 Anne Mulcahy (Chairman, Xerox Corp. U.S.)
16 Safra Catz (President, Oracle U.S.)
17 Christine Lagarde (Minister of Economy, Finance & Employment France)
18 Gail Kelly (Chief executive, Westpac Australia)
19 Marjorie Scardino (Chief executive, Pearson Plc. U.K.)
20 Chanda Kochhar (Chief executive, ICICI Bank India)

21 Mary Sammons (Chief executive, Rite Aid Corp. U.S.)
22 Michelle Bachelet (President Chile)
23 Paula Reynolds (Chief restructuring officer, AIG U.S.)
24 Carol Meyrowitz (Chief executive, TJX Companies U.S.)
25 Andrea Jung (Chief executive, Avon U.S.)
26 Patricia Woertz (Chief executive, Archer Daniels Midland U.S.)
27 Guler Sabanci (Chairman, Sabanci Holding Turkey)
28 Barbara Desoer (President, Bank of America Home Loans & Insurance U.S.)
29 Brenda Barnes (Chief executive, Sara Lee Corp. U.S.)
30 Risa Lavizzo-Mourey (Chief executive, The Robert Wood Johnson Foundation U.S.)

31 Ann Livermore (Executive vice president, Hewlett-Packard U.S.)
32 Cathie Lesjak (Executive vice president, Hewlett-Packard U.S.)
33 Marina Berlusconi (Chairman, Fininvest Group Italy)
34 Melinda Gates (Co-chairman, Bill & Melinda Gates Foundation U.S.)
35 Nancy Pelosi (Speaker of the House, House of Representatives U.S.)
36 Hillary Rodham Clinton (Secretary of State U.S.)
37 Jane Mendillo (Chief executive, Harvard Management Co. U.S.)
38 Margaret Chan (Director-general, World Health Org. Switzerland)
39 Susan Chambers (Executive vice president, Global People Division, Wal-Mart Stores U.S.)
40 Michelle Obama (First Lady U.S.)

41 Oprah Winfrey (Chairman, Harpo U.S.)
42 Queen Elizabeth II (Queen U.K.)
43 Nancy McKinstry (Chief executive, Wolters Kluwer Netherlands)
44 Gloria Arroyo (President Philippines)
45 Ana Patricia Botin (Executive Chairman, Banesto Spain)
46 Ann Veneman (Executive Director, UNICEF U.S.)
47 Yulia Tymoshenko (Prime minister Ukraine)
48 Ruth Bader Ginsburg (Supreme Court Justice U.S.)
49 Janet Robinson (Chief executive, The New York Times Co. U.S.)
50 Dominique Senequier (Chief executive, AXA Private Equity France)

51 Janet Napolitano (Secretary of Homeland Security U.S.)
52 Neelie Kroes (Commissioner for Competition, European Union Belgium)
53 Gail Boudreaux (President, UnitedHealthcare U.S.)
54 Sonia Sotomayor (Supreme Court Justice U.S.)
55 Mary Schapiro (Chairman Securities & Exchange Commission U.S.)
56 Kathleen Sebelius (Secretary of Health & Human Services U.S.)
57 Ellen Alemany (Chief executive, RBS Americas and Citizens Financial Group U.S.)
58 Susan Ivey (Chief executive, Reynolds American U.S.)
59 Amy Pascal (Cochairman, Sony Pictures Entertainment U.S.)
60 Helen Clark (Chairman, United Nations Development Group New Zealand)

61 Judy McGrath (Chief executive, MTV Networks U.S.)
62 Stacey Snider (Chief executive, DreamWorks SKG U.S.)
63 Navanethem Pillay (High Commissioner for Human Rights, United Nations South Africa)
64 Janet Clark (Chief financial officer, Marathon Oil U.S.)
65 Sherilyn McCoy (Worldwide chairman, Pharmaceuticals Group, Johnson & Johnson U.S.)
66 Ellen Johnson-Sirleaf (President Liberia)
67 Tarja Halonen (President Finland)
68 Mary McAleese (President Ireland)
69 Virginia Rometty (Senior vice president, IBM U.S.)
70 Angela Ahrendts (Chief executive, Burberry Group Plc. U.K.)

71 Sri Mulyani Indrawati (Indonesia)

72 Terri Dial (Chief executive, North America Consumer Banking, Citigroup U.S.)
73 Deirdre Connelly (President, North American Pharmaceuticals, GlaxoSmithkline U.S.)
74 Johanna Sigurdardottir (Prime minister Iceland)
75 Queen Rania (Queen Jordan)
76 Christina Gold (Chief executive, Western Union U.S.)
77 Colleen Goggins (Worldwide chairman, Consumer Group, Johnson & Johnson U.S.)
78 Hasina Wajed (Prime minister Bangladesh)
79 Hyun Jeong-eun (Chairman, Hyundai Group South Korea)
80 Amy Schulman (Senior vice president, Pfizer U.S.)

81 Penny Pritzker (Chairman, Classic Residence by Hyatt U.S.)
82 Drew Faust (President, Harvard University U.S.)
83 Melanie Healey (Group president, Feminine & Health Care, Procter & Gamble U.S.)
84 Elizabeth Smith (President, Avon U.S.)
85 Deb Henretta (Group president, Asia, Procter & Gamble Singapore)
86 Ann Moore (Chief executive, Time Inc. U.S.)
87 Sallie Krawcheck (Chief executive global wealth management, Bank of America U.S.)
88 Pamela Nicholson (President, Enterprise Rent-A-Car U.S.)
89 Janice Fields (Chief operating officer, McDonald’s USA U.S.)
90 Stephanie Burns (Chief executive, Dow Corning U.S.)

91 Kiran Mazumdar-Shaw (Chairman, Biocon India)
92 Eva Cheng (Executive vice president, Amway Greater China & Southeast Asia Hong Kong)
93 Efrat Peled (Chief executive, Arison Investments Israel)
94 Sheikha Lubna Al Qasimi (Minister of the Economy United Arab Emirates)
95 Charlene Begley (Chief executive, GE Enterprise Solutions U.S.)
96 Mindy Grossman (Chief executive, HSN, Inc. U.S.)
97 Sharon Allen (Chairman, Deloitte & Touche U.S.)
98 Anne Sweeney (Co-chairman, Disney Media Networks U.S.)
99 Heidi Miller (Chief executive Treasury & Securities Services, JPMorgan Chase U.S.)
100 Mary Erdoes (Chairman, JPMorgan Global Wealth Management U.S.)

Sekarang ini telah banyak sektor-sektor penting ditingkat dunia yang ditangani oleh wanita. So, sudah saatnya kalian para wanita berjuang lebih keras lagi, ikuti jejak mereka !!!

***
Sumber: majalah forbes

More aboutWanita-Wanita yang Paling Berpengaruh di Dunia