Tampilkan postingan dengan label Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sehat. Tampilkan semua postingan

Diet Efektif dengan Vitamin C

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.


Natasha Turner, ND menulis dalam “Chatelaine” mengenai kekuatan vitamin C dalam melangsingkan tubuh. Jika Anda tidak mengetahui tentang kemampuan vitamin C dalam untuk menghilangkan lemak, ini dia:
“Vitamin C adalah salah satu suplemen yang paling banyak digunakan saat ini, namun banyak orang tidak menyadari bahwa vitamin C juga memegang peranan penting dalam menentukan tingkat gula darah kita,” tulis Turner.

Berbagai sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa pasien yang mengonsumsi 1000 mg vitamin C setiap hari selama enam pekan mengalami penurunan tingkat gula darah, trigliserida, dan kolesterol (LDL) dan tingkat insulin.

“Vitamin C dan glukosa memiliki struktur kimia yang sama,” lanjutnya. “Ketika keduanya memiliki tingkat ketinggian yang sama, mereka saling bersaing untuk memasuki sel.”

“Jika ada banyak glukosa, maka lebih sedikit vitamin C yang dapat masuk ke dalam dan membuat sel menjadi kekurangan vitamin. Menjaga tingkat vitamin C di dalam tubuh Anda sama pentingnya dengan menjaga kestabilan tingkat gula darah dengan pola makan yang rendah indeks glukosa (tingkat kandungan makanan yang dapat mempengaruhi kadar gula darah).

Mengagumkan! Saya saat ini mengonsumsi suplemen probiotik yang mengandung vitamin C yang tinggi. Suplemen itu disebut Vidazorb Super C dan itu dapat benar-benar memengaruhi kesehatan pencernaan saya.

Saya berpikir, apakah mungkin suplemen tersebut dapat membantu saya dalam mengurangi sedikit lemak dalam perut? Saya harap sih demikian.

Apakah Anda telah cukup mengonsumsi vitamin C? 
Dari manakah asal vitamin C yang anda konsumsi?

Diet Efektif dengan Vitamin C
Diet Efektif dengan Vitamin C
Hasil penelitian University of Otago, Selandia Baru menunjukkan vitamin C pada buah kiwi terbukti lima kali lebih efektif diserap oleh tubuh dibandingkan vitamin C dari suplemen. Buah Kiwi memiliki kandungan buah vitamin C berkadar tinggi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan.

Peneliti Health Science Zespri Internasional dari Selandia Baru, Lynley Drummond, mengatakan buah kiwi juga sarat gizi. Kiwi bermanfaat sebagai sumber vitamin, mineral dan antioksidan yang tinggi.

"Buah ini juga sarat phytonutrients yang baik bagi kesehatan, karena akan menghasilkan polyphenols sebagai antioksidan bagi tubuh, enzim untuk pencernaan dan karotenoids yang bermanfaat sebagai antioksidan dan kesehatan mata," katanya.

Selain itu, menurut dia, buah kiwi menyediakan gizi paling banyak dengan kalori sedikit jika dibandingkan dengan jeruk, pisang, dan apel. "Karena itu buah kiwi merupakan salah satu pilihan untuk orang-orang yang sedang berdiet," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Dokter Spesialis Gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Inge Permadhi MS SpGK yang mengatakan, buah kiwi merupakan sumber air dan elektrolit, energi, vitamin, dan antioksidan.

"Sekitar 70 persen tubuh manusia mengandung air. Jika tiba-tiba diare, maka bagian tubuh yang berisiko adalah gagal ginjal. Terutama pada orang lanjut usia, juga saat mengalami muntah," kata Inge Permadhi.

Ia menyebut satu buah kiwi mengandung serat empat gram. "Maka harus makan sekitar delapan buah untuk memenuhi kebutuhan serat 30 gram," papar Inge.

More aboutDiet Efektif dengan Vitamin C

Solusi Mengatasi Sick Building Syndrome (SBS)

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

Sick Building Syndrome (SBS)

50% Orang yang bekerja dalam gedung perkantoran mengalami SBS.
Dalam gedung perkantoran, radikal bebas menyebabkan Sick Building Syndrome (SBS), dalam ruangan tertutup full AC tanpa ventilasi udara yang memadai, radikal bebas yang bersumber dari printer, AC, Asap rokok, vertkal blind dan lain-lain akan menimbulkan keluhan yangsering dialami seperti sakit kepala, iritasi mata, badan cepat capai dan letih, perut terasa kembung, hidung berair, tenggorokan gatal, sulit berkonsentrasi, kulit terasa kering serta batuk kering yang tak kunjung sembuh.

Sepintas banyak orang menganggap ini akibat virus influenza belaka. Padahal keluhan ini adalah indikator dari Sick Building Syndrome (SBS) Hal tersebut dijelaskan dari hasil penelitian FKM-UI/IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) tentang " Pengaruh Suplemen Antioksidan terhadap Sick Building Syndrome " yang dipublikasikan hasil temuanya kepada pers di Ballroom B Hotel Intercontinental Jakarta, tanggal 18 Februari 2009.

Seperti penuturan dr Handy Purnama, " Dalam kehidupan sehari-hari, sulit bagi kita dapat terhindar dari bahaya radikal bebas dan akumulasi radikal bebas dapat menimbulkan berbagai penyakit baik jangka panjang maupun jangka pendek. Jangka panjang berupa penyakit kronis seperti kanker, jantung koroner, diabetes, stroke dll,sedangkan jangka pendek menyebabkan kerusakan sel-sel daya tahan tubuh sehingga kita mudah terserang penyakit.

Menurut penelitian FKM-UI/IAKMI,50% orang menderita SBS
Sick Building Syndrome
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara acak di 11 perusahaan di Jakarta dimana 4 perusahaan para respondenya diberikan suplemen antioksidan untuk dikonsumsi setiap hari selama 3 bulan dan 7 perusahaan lainya tidak diberikan suplemen antioksidan, terbukti 50% responden di 7 perusahaan mengalami Sick Building Syndrome. hal ini wajar karena masyarakat perkotaan tidak memperhatikan kualitas makanan dan asupan gizi yang sehat, Minuman yang banyak mengandung zat pemanis dan pewarna, kurangnya olahraga dan tingkat stress akibat tekanan pekerjaan dan kemacetan.

Perbedaan frekuensi kejadian gejala atau keluhan yang terjadi antara responden yang mengkonsumsi suplemen antioksidan setiap hari selam 3 bulan dan responden tanpa suplemen antioksidan adalah sebesar 49% untuk sakit kepala, 45% untuk mata merah dan iritasi, 52% untuk hidung tersumbat, 27% untuk radang tenggorokan, 41% untuk capai/letih dan pegal-pegal pada tubuh.

Asupan suplemen antioksidan terbukti menurunkan SBS hingga 65%
Hasil-hasil penelitian tersebut di atas menunjukkan bahwa berbagai gangguan atau keluhan SBS yang terjadi pada para karyawan berbagai perusahaan di jakarta dapat diturunkan setelah mengkonsumsi suplemen antioksidan secara teratur setiap hari selama 3 bulan, untuk selalu menjaga tubuh tentu harus dikonsumsi rutin karena tubuh memerlukanya dan kita dapatkan dari makanan yang sehat? (makanan yang kita konsumsi sehari-hari belum tentu sehat) atau suplemen yang mengandung zat antioksidan.

penurunanya sangat signifikan, dengan asupan suplemen antioksidan yang teratur terbukti dapat menurunkan frekuensi Sick Building Syndrome hingga 65%, hal ini tentunya akan meningkatkan produktifitas kerja, menurut Dr. Budi Haryanto PhD. MSc dari FKM-UI/IAKMI.Hasil inipun ditanggapi positif oleh PT. K-Link Indonesia yang berkomitmen menyediakan produk-produk yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat Indonesia," kami percaya bahwa peningkatan kualitas hidup manusia dapat dimulai dari peningkatan kualitas kesehatanya".

More aboutSolusi Mengatasi Sick Building Syndrome (SBS)