Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan

Software pembimbing untuk mengasuh anak

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

Gizi buruk di Indonesia memang menjadi sebuah masalah yang sangat serius. Menurut data dari Unicef saja, ada sekitar 7,8 juta anak terhambat pertumbuhannya akibat gizi buruk di Indonesia.

Empat orang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pun mencoba untuk mencari sebuah solusi alternatif. Dody Qori Utama, Kania Audrint, Anggunmeka Luhur Prasasti, dan Arganka Yahya yang tergabung dalam tim Gatotkaca berhasil membuat sebuah aplikasi khusus untuk menangani gizi buruk.


Aplikasi yang saya maksud tersebut diberi nama Childhood. Sebuah aplikasi yang akan membimbing ibu dalam mengasuh anaknya dari usia nol sampai lima tahun.

Childhood
Childhood Aplication
Childhood dapat berjalan pada semua perangkat Smartphone yang menggunakan windows phone 7, android, symbian, java, dan perangkat mobile lainnya sehingga mudah untuk digunakan kapan saja dan di mana saja. Hal itu bisa dilakukan karena aplikasi Childhood menggunakan layanan cloud windows azure dan SMS gateway.

Dengan menggunakan aplikasi ini, anda akan mendapatkan berbagai macam informasi tentang anak-anak, seperti tatus gizi dan pertumbuhan fisik, jadwal vaksinasi, makanan yang tidak aman untuk anak berdasarkan umur, dan tips serta trik untuk mendapatkan pertumbuhan anak yang optimal.

Childhood memiliki 10 menu utama. Yaitu nutritional status, physical growth, vaccine, nutritional calculator, self diagnostic tool, schleric conjunctiva, disease alert, food alert, ferning saliva test, dan tips and trick.

More aboutSoftware pembimbing untuk mengasuh anak

Kriteria Tontonan TV Bagi Si Kecil

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

tvkid
Dewasa ini, penyalahgunaan teknologi sangat memprihatinkan. Kemajuan teknologi yang pesat justru dijadikan alat untuk menghancurkan bangsa. Bagaimana tidak jika generasi muda yang terlalu sibuk terpaku dengan gadget canggih atau media sosial tanpa mmeperhatikan lingkungan sekitarnya, bahwa lahan hijau mulai punah, atau kebudayaan dan nilai serta unsur mulia yang terkandung di dalamnya terancam pupus.

Begitu canggihnya teknologi yang tak diimbangi dengan pendidikan moral yang baik sejak dini seolah menjelma menjadi senjata pedang bermata dua yang mampu melukai pemakainya. Bagaimana tidak, kriminalitas merajalela dimana-mana, bahkan mulai menyerang tunas bangsa yang masih sangat hijau, yakni anak-anak kita.

Sejumlah televisi memang telah memasang tanda sebagai penggolongan usia apakah tayangan itu layak ditonton anak-anak atau tidak. Namun sebagai orangtua yang cerdas, kita harus kritis menyikapinya. Beberapa tayangan yang berkedok kartun juga nyatanya tak selalu sesuai dengan umur dan porsi yang seharusnya ditonton si kecil. Banyak acara televisi yang menayangkan adegan kekerasan atau percintaan yang semestinya ditujukan untuk kalangan dewasa.

Orangtua bijak adalah mereka yang mampu mendampingi anak ketika menonton televisi agar mampu mengawasi dan menjelaskan dengan baik fenomena yang muncul pada tayangan televisi tersebut. Namun, tuntutan kesibukan membuat orang tua tak selalu punya waktu untuk menemani anaknya. Maka perlu usaha cerdas agar pengaruh buruk televisi tidak meracuni anak.

Jika Anda punya waktu terbatas untuk menemani anak, maka lakukan observasi dulu pada jam dan tayangan yang akan ditonton si kecil. Pastikan anak menonton acara dan jam yang tepat agar tak mengganggu waktu belajarnya. Batasi penggunaan televisi dengan kegiatan lain yang lebih menari misalnya bermain bersama atau belajar bersama. Sebenarnya tidak susah untuk mengalihkan perhatian anak dari televisi, sebagai gantinya Anda harus memberikan perhatian ekstra dengan berbagai cara. Misalnya berilah anak tugas atau “misi” kecil dan berikan ia hadiah dan pujian jika berhasil.

Setelah memastikan anak memiliki jam tayang tepat ketika menonton televisi, misalnya 2 jam sehari pada hari minggu sekitar pukul 6 hingga 8 pagi. Jika Anda taj bisa mengawasinya langsung, gunakan teknik review dengan memberikannya tugas membuat laporan kecil apa saja yang telah ia tonton. Hal ini akan memudahkan Anda mengetahui apa saja yang ia tangkap selama menonton televisi sekaligus upaya konfirmasi dan membernarkan yang salah sedini mungkin pada persepsi anak. Tentu saja Anda telah menetapkan acara yang tepat sesuai dengan jam tayang dengan observasi selanjutnya.

Cara terbaik adalah dengan menonton langsung bersamanya. Hal ini sekaligus sebagai pelajaran langsung karena Anda juga dapat menerangkan informasi melalui tayangan yang dilihatnya pada saat itu. Pada saat Anda dan anak menonton hal yang tidak seharusnya ditiru, Anda dapat langsung membenarkannya dengan memberikan penjelasan bagaimana seharusnya yang baik dan bagian mana yang seharusnya tidak dicontoh.

Jika Anda tak dapat mengawasi penuh, maka belilah beberapa cd atau dvd pelajaran anak yang sesuai usianya. Daripada menonton tayangan yang kurang sesuai usia anak, program di dalam cd tersebut lebih terkendali dan layak ditonton si kecil.

Sekali lagi, adakan survey dan observasi kecil-kecilan terhadap tayangan televisi untuk anak. Acara kartun tidak selalu baik untuknya. Lebih baik mulai mengajak si kecil menonton acara keagamaan atau ceramah setelah subuh. Selain melatihnya bangun pagi, acara tersebut baik untuk moral. Pada saat itu Anda juga dapat menemaninya sembari menerangkan lebih jelas jika ia kurang paham. Semakin dini Anda mengajarinya, semakin mudah moral kebaikan meresap ke dalam jiwanya.

Acara televisi yang salah juga berimbas tidak baik pada moral anak. Kita tentu tak ingin anak-anak kita mengalami kemerosotan moral. Selain mencoreng nama kita sebagai orang tua, maka dipastikan kemunduran bangsa sudah di depan mata. Jadi mulailah dengan memilih tayangan televisi yang tepat untuk anak.(s@ri)
More aboutKriteria Tontonan TV Bagi Si Kecil

Membangun Masa Depan Anak Dengan Latihan Menabung

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

savingforfuture
Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Barangkali kalimat itu yang sering diungkapkan orangtua Anda ketika kecil agar gemar menabung. Pelajaran menabung memang seharusnya diajarkan kepada anak sedini mungkin agar menjadi kebiasaan dan kebutuhan kelak saat dia dewasa. Ketika si kecil mulai mengerti kebutuhannya semisal makanan, mainan ataupun yang lain, seringkali orang tua tanpa beban akan menuruti seluruh keinginannya dengan tujuan membahagiakannya. Bahkan saat si anak sudah mulai bisa membeli sesuatu, terkadang orang tua memberikan uang yang berlebihan yang membuat si anak menjadi boros dan tidak mengerti bagaimana menyimpan uang untuk kebutuhan yang lain.

Secara sederhana, orang tua yang memiliki kecukupan harta tidak merasa bermasalah jika anaknya hobi jajan. Namun, bagi kelompok dengan penghasilan pas-pasan hal ini akan jadi problem tersendiri. Dalam jangka panjang, kedua jenis orang tua tersebut akan menyimpan masalah bagi masa depan perkembangan anak. Sering disebutkan, bahwa kebiasaan seseorang dipengaruhi oleh apa yang diajarkan oleh orangtuanya ketika masih kecil. Hal ini berlaku juga dalam hal kebiasaan menabung. Seseorang akan terbiasa hidup hemat apabila saat dia kecil orang tuanya melatih untuk menunda untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan skala prioritas. Sebaliknya, seseorang yang boros kemungkinan saat kecil seluruh kebutuhannya selalu dipenuhi dengan mudah. Maka dari itu, penting untuk menanamkan pengetahuan tentang uang kepada anak, karena hal itu tentu berpengaruh pada diri anak saat dewasa dan menjadi orangtua bagi anak-anaknya kelak.

Beberapa tips berikut akan sangat berguna bagi Anda untuk melatih anak bagaimana mengenali dan mengerti arti uang beserta kegunaannya.
  1. Pada saat anak bisa berhitung, kenalkan dia dengan uang. Bagaimana cara menggunakannya dengan baik, cara menabung, dan bagaimana berinvestasi agar tumbuh dan berkembang. Tanamkan dalam diri anak perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Berikan pengertian bahwa sudah seharusnya kebutuhan lebih diutamakan daripada keinginan. Gunakan bahasa yang sesuai dengan usianya, dan tetap disesuaikan dengan perkembangan anak. Berikan contoh yang mudah antara kebutuhan akan sekolah, dengan keinginan membeli mainan. Hal ini akan penting baginya agar dapat berlatih membelanjakan sesuatu dengan bijak dan cerdas.
  2. Berikanlah uang saku sesuai dengan jumlah yang diperlukan. Cobalah untuk memberikan uang saku sekaligus untuk beberapa hari, semisal satu minggu. Cobalah juga untuk menanyakan sesekali belanja yang dia lakukan dengan uang yang telah diberikan. Berikan juga pengertian agar dia dapat melakukan pengaturan keuangannya selama waktu tersebut. Dan jangan memberinya uang lagi, sampai pada waktunya ia kembali menerimanya. Kedisiplinan dalam mengatur uang dan membiasakan untuk melakukan perencanaan akan sangat penting untuk ditanamkan.
  3. Membangun kebiasaan menabung anak dapat dilakukan dengan cara mengajaknya pergi ke bank. Tanamkan bahwa cita-cita akan masa depan harus dibangun dengan jerih payah dan kerja keras. Salah satunya dengan menabung. Dengan menabung sedikit demi sedikit uang yang diberikan, hingga jumlahnya cukup, tidak ada salahnya mengajak anak ke bank dan membelanjakan sedikit barang yang dia perlukan. Dengan demikian si anak akan mengerti proses pengorbanan, sekaligus kebiasaan menabung. 
  4. Melatih dan memberikan pengalaman kepada anak agar gemar menabung serta menjadi investor yang baik perlu dilakukan sejak dini, sehingga anak Anda bisa mengerti dan menghargai nilai uang. Hal ini akan melatihnya untuk lebih bijak dan mendorongnya untuk gemar menabung dan berinvestasi.
Membangun keyakinan baik orang tua ataupun anak bahwa segala keuntungan yang diperoleh di masa depan adalah buah dari hasil kerja keras dan didikan untuk membangun dari sekarang harus ditanamkan demi kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut juga perlu diimbangi pula lewat menanamkan anak agar rajin berdoa dan beribadah sebaik-baiknya kepada Tuhan sebagai Sang Pemberi Rizki. Selamat mencoba! (wd)

More aboutMembangun Masa Depan Anak Dengan Latihan Menabung

5 Kiat Mengajak Anak Merapikan Rumah

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.


Libur panjang pekan ini mungkin Anda beserta anak-anak tidak ada agenda untuk pergi keluar rumah, dan berencana untuk mengajak anak-anak Anda untuk bersih-bersih. Jangan takut, karena bisa jadi hal ini akan menyenangkan dan mengasyikkan. Beberapa tips berikut ini mungkin akan sangat bermanfaat bagi Anda.

Menikmati dengan senyuman
Ketika hari libur datang dan anak-anak menghabiskan waktu di rumah, terkadang akan lebih banyak pekerjaan bersama mereka. Mulai memandikan, menyuapi hingga membereskan mainan mereka. Sedangkan pekerjaan rumah tetap menunggu untuk diselesaikan. Maka dari itu perlunya Anda membuat jadwal dan tugas rutin membereskan rumah bersama pasangan Anda. Senyum dan keceriaan baik kepada pasangan ataupun pada balita Anda akan mendorong mereka untuk membantu dan bekerjasama. Karena anak-anak akan senang mendengarkan perkataan orangtua yang ramah, gembira dan menyejukkan.

Berbagi tugas akan sangat membantu
Akan lebih mudah menyelesaikan pekerjaan rumah dengan bekerjasama. Melibatkan pasangan tentu saja merupakan bagian dari mengembangkan kerangka pemikiran untuk mengelola rumah tanpa pembantu. Selain itu, melibatkan anak-anak akan sangat penting guna menanamkan kemandirian dan kerjasama dalam kehidupannya. Peran anak tentu saja terbatas porsi dan kemampuannya. Sebagai langkah awal misalnya libatkan si kecil itu untuk menjaga kerapian ruang tidur dan membereskan mainannya setelah selesai digunakan.

Menyusun jadwal harian bersama si kecil
Kesempatan sangat banyak bagi orang tua untuk mengajarkan disiplin pada anak terlebih pada balita. Membuat jadwal harian yang berisi pekerjaan rumah balita dalam seminggu yang disususn dalam sebuah chart menarik akan sangat memotivasi mereka untuk melakukan apa yang sudah disepakati. Pastikan juga dalam chart tersebut terdapat kolom untuk tanda bintang atau boneka sebagai reward apabila mereka melaksanakan tugasnya dengan baik. Bintang ataupun symbol reward tersebut dapat ditukarkan dengan hadiah menyenangkan apabila sudah terkumpul selama sebulan.

Melibatkan anak sesuai porsi dan kendalikan konflik
Adakalanya pembagian tugas tidak bisa dilakukan dengan mudah, terlebih apabila si kakak dan adiknya tidak mau saling mengalah. Peran orangtua, dengan pembagian yang seadil-adilnya adalah yang utama. Bila si kakak mendapat satu tugas, pastikan juga si Adik mendapat satu tugas. Prinsip keadilan dan kesederhanaan jadi kunci. Selain itu perlu juga dilihat apabila si kecil tidak mau melaksanakannya, bisa jadi dikarenakan mereka sudah bosan ataupun lelah. Maka, tentunya trik dengan menyiapkan makanan kesukaannya ketika sedang berberes rumah dirasa cukup membantu untuk mengembalikan senyum mereka.

Jangan memasang harapan selangit
Anak-anak bukanlah orang dewasa, terlebih mereka masih berusia dibawah 5 tahun. Jangan terlalu memasang harapan tinggi bahwa mainan yang dibereskannya setelah digunakan akan lebih rapi daripada apabila Anda yang membereskan. Cobalah untuk berpikir bahwa tahun ini mungkin si kecil baru belajar mengenai jadwal rutinnya dan mencoba mematuhi sesuai kemampuannya. Barangkali tahun depan ia akan lebih terampil dan memiliki inisiatif untuk melakukannya sendiri tanpa disuruh atau diingatkan. Setidaknya, Anda telah berhasil melibatkan mereka untuk melatih anak sejak usia dini

Sadari ”Nobody is perfect”
Usaha Anda dalam mengajak anak-anak dalam kegiatan mengatur rumah tidak akan serta merta berhasil. Percayalah, dengan dua balita Anda, tak seorangpun bisa melakukannya dengan sempurna. Kadang berhasil, kadang tidak. Bahkan ada satu hari mereka menolak mengerjakan semuanya. Sekali lagi tak perlu panic! Senyum adalah obat. Semangat Anda itulah yang akan memperbaiki keadaan. Selain itu, si kecil pada akhirnya akan sadar bahwa mereka harus belajar untuk melakukannya. Dan ketika itu berhasil niscaya Anda akan merasa bangga dan bersiap untuk tantangan selanjutnya.

Hal lain yang bisa Anda lakukan jika seisi rumah mulai jenuh, adalah dengan melakukan penyegaran. Misalnya,ajak keluarga mencicipi menu baru di restoran favorit, atau mendatangi taman di kompleks perumahan untuk bermain ayunan. (wd)
More about5 Kiat Mengajak Anak Merapikan Rumah

Tips Cerdas Agar Si Buah Hati Rajin Membaca

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

anakmembaca
Setiap orang tua menginginkan anak yang pandai dan cerdas. Namun anak-anak zaman sekarang lebih senang bermain dan akrab dengan dunia gadget yang serba canggih. Kelas 1 SD saja sudah mahir menggunakan handphone, smartphone bahkan browsing situs-situs yang mencurigakan jika tidak terawasi dengan bijaksana oleh orangtua yang juga sibuk dengan rutinitas pekerjaan maupun kesibukan sehari-hari yang beraneka ragam.

Padahal ilmu yang didapatkan anak dapat diperoleh dengan membaca dan belajar. Sekalipun gadget juga menawarkan ilmu dengan beberapa situs pengetahuan, namun proteksi terhadap situs dewasa membutuhkan pengawasan yang ekstra ketat. Lalu bagaimana caranya agar anak tergugah hatinya untu membaca. Sementara si kecil tidak boleh lengah karena dalam tahap yang bagus untuk menyerap pengetahuan. Berikut ini adalah tips sederhana agar buah hati menjadi rajin untuk membaca.

Berikan contoh
Orang tua adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Jika Anda ingin si kecil rajin membaca, mulailah berikan contoh dengan menerapkan hal tersebut pada diri Anda terlebih dahulu. Anak-anak banyak belajar dan meniru tingkah laku orangtuanya, baik dikarenakan warisan turun temurun atau gen maupun karena pengkondisian proses belajar. Ajarkan atau contohkan hal yang baik seperti membaca agar sang anak (bahkan secara tidak sadar) dapat menirunya.

Menjadi sahabat yang baik
Seringkali anak tergoda bermain karena mendapatkan teman sepermainan yang membuatnya nyaman. Cobalah untuk mengambil hatinya dengan menjadi teman kecilnya yang baik. Setelah mendapatkan hatinya misalnya dengan sedikit tambahan uang jajan atau pujian, ajak dia membaca atau jadilah teman membaca yang baik. Lakukan diskusi kecil yang menyenangkan dengan pola bahasa yang mudah dimengerti olehnya. Jadi anak akan punya sahabat membaca. Jika ia mendapat sahabat membaca yang baik, bisa jadi ia akan melupakan teman bermainnya.

Buatlah sekolah mini yang santai
Setiap sore saat luang, cobalah mengajak si kecil bermain “sekolah-sekolahan”. Disana coba tanyakan pertanyaan sepele padanya. Setelah itu coba tanyakan hal yang agak sulit. Contohnya, “adik tahu nggak kenapa bulan bentuknya berubah-ubah?” jika dia kesulitan menjawab, Anda bisa mengatakan, “adik bisa tanya jawabannya di buku ini lho? Selain itu di buku ini juga banyak hal yang menarik lho dik. Misalnya kenapa kupu-kupu suka hinggap pada bunga.”

Sekolah ini juga bisa Anda terapkan jika ada teman bermain si kecil supaya suasana lebih ramai dan ceria, sekaligus “menularkan” hobi baca pada temannya dan agar si keciltidak merasa sendirian.

Berikan motivasi
Semakin dini Anda mengajari anak untuk membaca, maka semakin kuat pola keinginannya untuk tetap mempertahankan hobi bacanya serta semakin bagus karena otak si kecil bisa langsung terserap karena belum terisi pikiran lain misalnya kedekatan dengan lawan jenis. Anda bisa bertanya cita-cita si kecil dan memberikan motivasi agar meraihnya melalui membaca.

Berikan reward
Pemberian reward berupa pujian atau suatu benda juga baik selama Anda pintar mengelolanya. Sifat hadiah tidak berlebihan dan pastikan tidak secara terus menerus untuk mennghindari efek ketagihan dan ketergantungan anak.

Anak yang cerdas memiliki indikasi orang tua yang cerdas pula. Cerdas hal ini bukan berarti secara genetis saja melainkan kemampuan orangtua untuk membuat anaknya nyaman dan termotivasi untuk belajar dan membaca. Walaupun buku merupakan gudang ilmu, ada baiknya Anda tetap mengawasi buku maupun berbagai situs atau hal-hal yang ia baca. Anak harus cerdas baik otaknya maupun perilakunya. Cerdas dengan perangai tidak baik sama saja menjerumuskan anak Anda ke dalam “kemunduran”.(fdh)
More aboutTips Cerdas Agar Si Buah Hati Rajin Membaca

Bantuan Untuk Si Kecil Yang Autis

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

bby
Semua orang tua pasti menginginkan anaknya sehat, karena itu banyak upaya yang dilakukan selama masa kehamilan untuk menjaga bayi dalam kandungan tetap tumbuh sehat hingga waktu lahir nanti. Namun untuk jenis kelamin dan kondisi fisik dan mental bayi yang lahir adalah sepenuhnya hak dari Maha Pencipta. Beberapa bayi yang lahir mungkin akan berkembang menjadi anak autis. Autisme atau autistic spectrum disorder adalah gangguan mental yang terjadi karena abnormalnya fungsi otak yang menyebabkan anak tersebut kesulitan berkomunikasi dengan sekitarnya seolah anak tersebut memiliki dunia sendiri, sehingga kadang memiliki masalah untuk berkomunikasi dan fokus pada satu hal. Belum ada yang dapat memastikan penyebabnya. Namun tak ada yang salah dengan anak autis. Mereka dapat tumbuh dengan wajar seperti pada anak-anak lain pada umumnya.

Anda perlu melakukan deteksi dini sebelum terlambat untuk mengatasinya, karena sebenarnya anak ini butuh perlakuan istimewa. Tanda-tanda dapat Anda amati pada anak dibawah 3 tahun sebagai ciri autisme adalah

- Tidak adanya kontak mata saat diajak berbicara dan cenderung menghindar.
- Penolakan saat dipeluk.
- Kesulitan berkomunikasi secara verbal.
- Menyendiri dan tidak suka bermain dengan anak lain, kadang suka berbicara sendiri.
- Bergerak aktif namun dengan aktivitas yang berulang.
- Emosi tidak stabil.

Jika memang terdapat beberapa gejala diatas, anda bisa berkonsultasi kepada dokter, psikolog maupun psikiater untuk memastikan bahwa anak tersebut memang mengalami autisme. Anak lebih aman mendapatkan terapi perilaku daripada menggunakan beberapa obat-obatan khusus, apalagi jika Anda menyadari lebih dini.

Anda dapat mengajari anak untuk lebih fokus pada sesuatu dan pentingnya berkomunikasi untuk sosialisasi. Satu hal yang penting dan perlu selalu Anda ingat, Anda butuh kesabaran ekstra dan kasih sayang untuk terus membimbing si kecil.

Selain bantuan psikolog, Anda bisa sering mengajaknya berbicara untuk menimbulkan kedekatan psikis. Jika anak menghindar saat komunikasi, jangan ragu untuk tetap perhatian dan mengarahkan wajah kita padanya. Gunakan alat permainan berwarna-warni untuk menarik perhatiannya dambil terus mengajarkan banyak hal. Penting untuk menunjukkan rasa sayang Anda dengan mengelus punggung atau kepalanya. Selanjutnya lakukan gerakan tubuh yang teratur seperti senam untuk memperbaiki gerak motorik anak agar tidak kaku.

Perhatikan pula jenis makanan yang masuk kedalam mulut anak. Hindari protein susu dan protein tepung. Berikan makanan yang mengandung suplemen dan omega 3 yang baik untuk pertumbuhan otak.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuatnya mampu memiliki kemampuan komunikasi dan konsentrasi seperti anak lain. Kasih sayang dan kesabaran Anda sangat membantu mereka untuk meraihnya. Mereka sama seperti anak yang lain, hanya membutuhkan perlakuan yang lebih istimewa. Bisa jadi itu adalah salah satu kehendak Tuhan agar Anda lebih mempedulikan anak dan lebih sabar untuk menjaganya. Semoga bermanfaat. (fdh)
More aboutBantuan Untuk Si Kecil Yang Autis

4 Kesalahan Yang Tidak Sengaja Dilakukan Ibu Terhadap Anak

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

Seorang Ibu yang juga seorang perempuan terkadang tak melulu terlibat di dalam urusan dapur dan rumah. Ada sebagian wanita yang dihadapkan pada dua bidang yang berbeda. Mereka juga mengutamakan karir selain mengurus kehidupan keluarganya di rumah. Pilihan ini tidak ada salahnya, namun sedikit banyak porsi waktu dan perhatian bagi keluarga dapat terbengkalai jika seorang Ibu tidak dapat mengaturnya dengan baik.
Sebagai manusia yang dibekali dengan kemampuan khusus, peran Ibu yang memilih menjadi “penjaga” rumah tangga juga termasuk dalam peran yang multitasking. Bertanggungjawab atas segala hal keperluan suaminya, kebersihan dan kenyamanan rumah, belum lagi dengan si kecil. Peran ini juga semakin kompleks manakala ia memutuskan menjadi wanita karir, turut serta bersama suami untuk memberikan penghasilan bagi keluarga. Wanita karir memiliki waktu yang lebih sedikit untuk mengurus keluarga dibandingkan dengan seorang wanita yang berkomitmen menjadi Ibu yang konsisten mengurus rumah. Sehingga tak heran minimnya waktu membuat Ibu dengan peran ganda ini lebih banyak melakukan kesalahan ketika mengasuh anaknya. Berikut adalah beberapa kesalahan yang tidak sengaja dilakukan Ibu dalam merawat anaknya,

Menidurkan anak dengan sebotol susu atau jus
Baik susu maupun jus yang manis rasanya, dapat membuat anak rentan giginya dengan masalah gigi keropos atau gigi berlubang. Dokter gigi Michael Ignelzi yang juga menjabat sebagai juru bicara American Academy of Pediatric Densitry menyatakan, sisa minuman dan asam yang terkandung di dalamnya dapat memunculkan bakteri yang menetap di gigi anak selama mereka tidur sehingga dapat menyebabkan karies botol yang mempercepat pengeroposan gigi.

Anak selalu tertidur saat meminum susu atau jus sehingga Ibu dapat mengerjakan pekerjaan yang lain. Setelah mengetahui dampaknya, penting untuk membersihkan gusi bayi dengan kapas tiap malamnya. Sedangkan untuk si kecil yang lebih besar, pastikan ia telah menggosok giginya sebelum tidur.

Berbagi tempat tidur dengan anak 
Dengan membiarkan bayi tidur di tempat yang sama akan mempermudah ibu melakukan pekerjaannya untuk menyusui, mengganti popok atau mengawasi buah hatinya tersebut. Terlebih lagi malam hari yang merupakan waktu untuk beristirahat. Sayangnya menempatkan si kecil untuk tidur bersama ternyata juga mengandung resiko besar. Menurut penelitian yang telah dilakukan St. Louis University, bayi tersebut 40 kali lebih rentan mengalami cegukan dibandingkan dengan bayi lain yang tidur terpisah. Hal ini dkarenakan posisi saat menyusui di tempat tidur bukanlah posisi yang nyaman dan sering membuat bayi tersedak.

Lebih baik meletakkan bayi dalam keranjang atau box tempat tidurnya disamping tempat tidur Anda. Ketika terbangun dan waktunya menyusui, pastikan Anda berada pada tempat duduk dan posisi menyusui yang nyaman karena sang bayi juga akan merasakan hal yang sama.

Mendudukkan anak dalam keranjang belanja supermarket
Saat berbelanja di supermarket, akan lebih praktis bila mendudukkan si kecil dalam troly atau keranjang belanjaan. Ibu dapat berbelanja bulanan sekaligus mengawasi si kecil yang ada di keranjang. Namun tahukah Anda, tindakan ini cukup membahayakan. Amerika Serikat mencatat sekitar 20.000 anak masuk Unit Gawat Darurat karena terjatuh dari kereta dorong tersebut. Si kecil yang belum sepenuhnya mampu menyesuaikan tubuh guna menjaga keseimbangan terhadap gravitasi, tak bisa hanya duduk diam di dalam keranjang. Rasa ingin tahu memaksa ia untuk meraih benda-benda sehingga terjatuh tanpa sepengetahuan Ibu yang mungkin sedang sibuk memilih barang belanjaan.

Akan lebih baik menaruh si kecil ke dalam kereta dorong belanja yang biasa berbentuk mainan atau mobil-mobilan lucu. Beberapa supermarket tertentu telah menyesuaikan troly nya sehingga ada kereta belanja dorong yang khusus untuk si kecil duduk di dalamnya.

Memberi anak tontonan acara “smart baby” 
Beberapa Ibu berpikir, selama memberi si kecil tontonan yang bermanfaat ini, kecerdasannya akan terstimulasi dan lagi-lagi Ibu dapat melakukan kegiatan yang lain. Tetapi penelitian University of Washington menyatakan bahwa menonton acara tersebut membuat si kecil kehilangan 6-8 kata. Tontonan ini juga membuat anak kurang akrab dengan orang tuanya karena “fokus” pada tayangan. Lebih baik Ibu menjaga dan memberikan pelajaran langsung misalnya menggambar, mewarnai, dan aktivitas edukasi lainnya. Karena Universitas tersebut juga mencatat, bermain blocks bersama balita mampu meningkatkan daya ingat sebesar 15 persen lebih cepat dibandingkan yang tidak.

Menjadi Ibu merupakan tanggung jawab besar dan mengandung banyak konsekuensi. Jika menjadi wanita karir merupakan pilihan Anda, butuh ekstra kemampuan untuk membagi perhatian antara keluarga dan pekerjaan. Apalagi si kecil yang berada pada masa “pertumbuhan emas”, memerlukan peran Anda, baik untuk kecerdasan otak maupun kecerdasan perilakunya. Hindari beberapa kesalahan yang tidak disengaja di atas dan pastikan si kecil mendapatkan yang terbaik dari Anda. Semoga sukses.(fdh)
More about4 Kesalahan Yang Tidak Sengaja Dilakukan Ibu Terhadap Anak

Jangkrik Sebagai Pengganti Termometer

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

jangkrik
Saat ini jarang sekali dijumpai anak-anak bermain di taman untuk mencari serangga ataupun mengumpulkan daun-daun untuk dijadikan mahkota. Ditambah pula banyak taman yang kini beralih fungsi sehingga mengurangi kesempatan untuk dapat bermain di luar ruangan. Padahal, di masa lalu taman, ataupun pekarangan banyak dimanfaatkan oleh anak-anak untuk mencari serangga termasuk jangkrik. Tahukah Anda sifat unik dari binatang jangkrik? Jangkrik sebenarnya merupakan serangga yang dapat mendeteksi suhu udara. Jika Anda penasaran dengan berapa suhu udara, sebenarnya Anda cukup melirik angka yang ditunjukkan termometer. Namun dapat juga Anda memanfaatkan jangkrik sebagai pengukur suhu
Jangkrik hingga saat ini masih “muncul” diantara rumput atau tanaman yang sebagian besar dimiliki oleh rumah-rumah di Indonesia. Dr Peggy Le Mone, seorang ilmuwan The Globe Program dalam eksperimen di tahun 2007 yang didanai NASA, menemukan rumus untuk mengukur suhu udara dari jumlah suara yang dikeluarkan jangkrik.

Untuk memperkirakan suhu dalam satuan Celcius cukup dengan menghitung suara jangkrik dalam 25 detik, lalu dibagi 3 lalu ditambah 4. Misalnya (60 suara / 3) + 4 = 24 derajat Celcius. Sayangnya rumus ini tidak berlaku untuk udara yang terlalu dingin karena jangkrik tidak akan bersemangat memanggil kawan betinanya. Unik bukan? (s@ri)
More aboutJangkrik Sebagai Pengganti Termometer

Makanan Sehat Untuk Si Kecil

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

healthy food
Umumnya setiap orang ingin memiliki anak yang cerdas dan berprestasi di sekolahnya. Tak hanya memperhatikan pola belajar anak dan lingkungan, asupan makanan juga memiliki peran yang sangat penting. Namun, di jaman yang semakin modern ini, campuran bahan kimia dan makanan siap saji yang tidak semuanya aman untuk kesehatan tengah mengancam si kecil. Perlu pengetahuan untuk memberikan asupan gizi yang tepat.
Zat gizi yang terkandung dalam makanan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil. Pada usia 0-5 tahun, si kecil berada pada masa golden age di mana masa tumbuh kembang berada pada tahap optimal, jadi perlu adanya asupan zat gizi untuk membantu proses masa keemasan itu sendiri.

Berikut beberapa bahan makanan yang memiliki kualitas baik bagi otak si kecil,
  1. Ikan (terutama salmon) mengandung omega-3, DHA, dan EPA yang sangat baik bagi pertumbuhan otak.
  2. Telur adalah sumber protein yang bagus. Kuning telur mengandung kolin untuk memperkuat daya ingat anak.
  3. Kacang-kacangan mengandung vitamin E, antioksidan, tiamin yang berguna meningkatkan kemampuan otak.
  4. Gandum atau nasi mengandung glukosa dan vtamin B.
  5. Buah-buahan terutama strawberry, blueberry yang banyak mengandung vitamin C.
  6. Kacang kedelai pada tahu dan tempe mengandung banyak protein, karbohidrat, serat, vitamin dan mineral.
  7. Sayur-sayuran seperti wortel, tomat, bayam, dan sayuran berwarna mengandung antioksidan untuk menguatkan sel otak.
  8. Susu dengan vitamin B nya untuk perkembangan otak si kecil.
  9. Daging yang mengandung protein, zat besi, dan mineral untuk meningkatkan daya otak anak.
Bahan makanan diatas termasuk umum dan mudah untuk didapatkan baik di pasar tradisional maupun di minimarket dan supermarket terdekat. Jadi darpada Anda membeli makanan siap saji yang dipertanyakan kebersihan dan efektivitasnya terhadap kesehatan, akan lebih baik jika Anda membuat hidangan sederhana dari bahan makanan diatas. Selamat mencoba.(s@ri).
More aboutMakanan Sehat Untuk Si Kecil

Inilah cara seorang bocah 9 tahun mendukung tim favoritnya

Diposting oleh Wahyu Winoto, S.Pd.

Filippo dengan spanduk berisi dukungan
Apa yang membuat tim sekaliber Nerazzuri begitu memperhatikan seorang bocah Interisti berusia 9 tahun ini? bocah yang bernama Filippo ini membuat Intermilan meminta maaf atas kekalahan pahit yang diterima pada saat melawan Bologna di Stadion Giuseppe Meazza, dengan skor 0-3.

Filippo datang ke stadion dan menonton langsung jalannya pertandingan, bocah ini membentangkan spanduk bertuliskan potete vincere ? altrimenti a scuola mi prendono in giro grazie filippo yang dalam bahasa Italia berarti "Bisakah kamu menang? Jika
tidak, mereka akan mencemooh saya di sekolah! terima kasih, Filippo".
Aksi bocah ini tersorot kamera televisi dan membuat pemburu berita
penasaran untuk mencari tahu siapakah sebenarnya anak ini.
Setelah mendapatkan informasi yang jelas, keesokan harinya inter
berbicara kepada ayah Filippo dan mengajak mereka jalan-jalan ke
tempat Nerazurri latihan di Appiano Gentile sebagai bentuk permintaan
maaf. Disana Filippo bahkan mendapatkan kostum milik il capitano
Javier Zanetti berikut dengan tanda tangannya serta dapat bertemu
langsung dan berjabat tangan dengan Claudio Ranieri.

Inter mengistimewakan bocah ini karena diakuinya Filippo merupakan
interisti sejati. Terbukti sekalipun akhir-akhir ini Nerazzuri tampak
bermain dengan hasil yang buruk, Filippo tetap kukuh mendukung dan
tak akan mengganti tim favoritnya ini dengan yang lain sekalipun
akhirnya ia harus dicemooh dan diejek teman-temannya di kelas 4
sekolah dasar.

Filippo masih berharap tim favoritnya ini akan kembali berjaya
sehingga ia tak perlu memajang spanduk itu lagi. Seperti yang dilansir
Telelombardia, Senin (20/2/2012) Filippo mengungkapkan saat ia dan
tim favoritnya memenangkan treble winner, dialah yang mengejek
teman-temannya. Sekalipun tim kesayangannya ini belum mendapatkan
kemenangan, ia tetap dapat berjalan tegak dengan kepala terangkat.
tak heran kesungguhan bocah berusia 9 tahun ini membuat inter
tersentuh dan meminta maaf langsung padanya. (s@ri)
More aboutInilah cara seorang bocah 9 tahun mendukung tim favoritnya